Page 95 - 02_PKN_SMA_10_GANJIL_IKM
P. 95
Seluruh peraturan perundang-undangan di Indonesia harus merujuk kepada
Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945. Tidak boleh mengabaikan apalagi bertentangan.
Seperti halnya sila “Ketuhanan Yang Maha Esa” dalam Pancasila, dan Pasal 29 ayat (1)
dan (2) UUD NRI Tahun 1945, keduanya memberikan perlindungan kepada agama dan
kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Maka, peraturan perundang-undangan
yang ada di bawahnya tidak boleh bertentangan terhadap keduanya. Undang-Undang
sampai Peraturan Daerah; tidak boleh menuliskan norma hukum yang melarang
kebebasan beragama.
Kedua, peraturan perundang-undangan yang ada di bawah UUD NRI Tahun 1945
juga harus merujuk pasal atau ayat yang ada dalam UUD NRI Tahun 1945. Hal demikian
berlaku secara hierarikis dalam urutan perundang-undangan. Sehingga sebuah
Peraturan Daerah, misalnya, bukan hanya harus merujuk kepada UUD NRI Tahun 1945
tetapi harus pula merujuk kepada Undang-Undang atau Peraturan Pemerintah yang ada
di atasnya, yang sejalur perihal yang diatur.
Gambar 2.7 Isi Produk Peraturan Perundang-undanganDi dalam melihat peraturan
perundang-undangan, selain keharusan terkait dan merujuk kepada peraturan
perundang-undangan di atasnya, hal ketiga, yang penting juga adalah isi peraturan
perundang-undangan itu sendiri. Selain isinya harus searah dan mendukung terhadap
peraturan perundang-undangan yang di atasnya, norma hukum yang ada harus dapat
dilaksanakan. Istilah yang digunakan harus jelas dan tidak menimbulkan penafsiran
yang bermacam-macam. Isi peraturan per- undang-undangan juga harus selaras
dengan upaya mendorong pemerintahan yang melayani kepentingan rakyat,
memperhatikan rasa keadilan masyarakat, dan tidak berpeluang digunakan untuk
korupsi.
224 PKN SD 4 GANJIL

