Page 80 - 07_IPS_SMP_7_GENAP
P. 80

Saat itu, Raja Aceh ingin mempertahankan hegemoni Islam di Malaka sementara Ratu
                  Kalinyamat ingin mempertahankan eksistensi Jepara sebagai kekuatan besar di pesisir
                  utara  Jawa.  Ia  pun  mengirimkan  300  kapal  dan  15.000  orang  prajurit  di  bawah  Ki

                  Demang  Laksamana.  Kali  ini  usahanya  juga  menemui  kegagalan  karena  pasukan
                  Aceh  Darussalam  sudah  dipukul  mundur  dan  bantuan  logistik  Jepara  berhasil
                  dihadang Portugis. Di samping itu, Ratu Kalinyamat juga mengirimkan pasukan untuk

                  membantu  Kerajaan  Hitu  di  Maluku  pada  tahun  1565.  Berkat  keberanian  dan  jiwa
                  kepemimpinannya,  Portugis  menyebut  Ratu  Kalinyamat  sebagai  “Rainha  de  Japara,

                  Senhora Poderosa e Rica de Kranige Dame” yang artinya Ratu Jepara, seorang wanita
                  kaya dan berkuasa, wanita pemberani.
                             c.  Laksamana Malahayati

                           Kerajaan  Aceh  punya  sosok  laksamana  wanita  bernama  Keumalahayati.
                  Keberadaan  Keumalahayati  tidak  hanya  dikenal  di  Indonesia  tetapi  juga  di  literatur

                  barat  (seperti  Belanda,  Inggris,  Portugis,  dan  Perancis).  Beliau  adalah  laksamana
                  wanita pertama di dunia modern.
                           Konflik antara Aceh dan Portugis sudah terus berlanjut hinga akhir seperempat

                  abad ke-17 dari abad ke-16. Pada konflik antara Aceh dan Portugis muncul tokoh-tokoh
                  yang mempunyai peran penting untuk mempertahankan eksistensi dari Kerajaan Aceh. Di
                  antaranya yang paling heroik ialah Keumalahayati. Keumalahayati oleh warga setempat

                  (orang Aceh) dikenal dengan Malahayati atau Hayati.
                           Jika  ditarik  garis  silsilah,  Keumalahayati  masih  merupakan  keturunan  dari
                  kalangan  sultan-sultan  Aceh  terdahulu.  Ayahnya  seorang  laksamana  yang  bernama

                  Mahmud Syah. Kakeknya bernama Muhammad Said Syah, seorang laksamana yang
                  juga merupakan putra Sultan Salahuddin Syah yang memerintah tahun 1530-1539 M.

                           Keumalahayati  merupakan  wanita  yang  mempunyai  pangkat  laksamana
                  Kerajaan  Aceh.  Beliau  memimpin  armada  laut  Kerajaan  Aceh  pada  masa  Sultan
                  Alaidin Riayatsyah Al Mukminul (1589-1604). Sebelum menjabat sebagai laksamana,

                  Keumalahayati  memimpin  pasukan  wanita.  Pasukan  ini  terdiri  dari  wanita  yang
                  suaminya gugur di medan perang saat peperangan antara Aceh dan Portugis.

                           Pembentukan  pasukan  tersebut  merupakan  gagasan  darinya  agar  para
                  wanita  yang  suaminya  gugur  di  medan  perang  dapat  menuntut  balas.  Permohonan
                  tersebut  disetujui  oleh  Sultan  Aceh.  Pasukan  wanita  yang  disebut  Inong  Bale  ini

                  mendapat  pangkalan  berupa  benteng  Kuta  Inong  Bale.  Keumalahayati  memimpin
                  2.000–3.500 lebih pasukan.






                  658                IPS SMP VII GENAP
   75   76   77   78   79   80   81   82   83   84   85