Page 77 - 07_IPS_SMP_7_GENAP
P. 77
Gambar 4.8 Lukisan masjid di Waru, Seram, markas Sultan Nuku saat perjuangan
melawan Belanda
Tahun 1794 M merupakan tahun keuntungan bagi Nuku karena
mendapatkan dukungan dari Inggris. Banyak rakyat Tidore memihaknya. Jamaludin,
ayahanda Sultan Nuku, yang kembali dari pengasingan di Sailan turut menggabungkan
diri. Angkatan laut Nuku muncul di Tidore pada 12 April 1979 yang terdiri dari 79 kapal
angkatan laut Nuku dan sebuah kapal Inggris. Sebagian besar pembesar kerajaan
menyerah. Sultan Kamaluddin melarikan diri ke Ternate. Nuku yang menduduki Tidore
menggempur berkali-kali Ternate.
Akhirnya, Ternate diserahkan oleh Belanda pada 21 Januari 1781. Nuku pun
memperoleh pengakuan resmi dan diangkat sebagai Sultan Tidore setelah melalui
perjuangan panjang dan penuh kegigihan. Nuku memerintah sampai 14 November
1805 dan meninggal sebagai Sultan Kerajaan Tidore.
Sultan Nuku dalam pertempurannya selalu menang melawan Belanda.
Tekadnya kuat untuk mengusir penjajah yang mengganggu rakyat Maluku dan Papua.
Sultan Nuku bersatu dengan para raja di Papua untuk melawan penjajah. Mereka
dengan gigih menghimpun kekuatan dan menyerang Belanda. Sukses besar ini
merupakan perjuangan tanpa lelah dari Nuku dan para raja di Papua yang tidak mau
dijajah Belanda. Pada akhirnya Sultan Nuku dapat mengamankan dan membawa
suasana damai dan tenang di wilayah Maluku dan Papua dari penjajahan bangsa
asing.
IPS SMP VII GENAP 655

