Page 81 - 07_IPS_SMP_7_GENAP
P. 81

Lembar Aktivitas 9             Aktivitas Individu


                       •  Bagaimana sebab-sebab dan akibat dari konflik Aceh dan Portugis?


                            Keumalahayati  menjabat  sebagai  laksamana  yang  mengatur  sejumlah
                  pasukan  laut.  Tugas  lainnya  adalah  mengawasi  kapal-kapal  perang  (galley)  milik

                  kerajaan Aceh dan pelabuhan-pelabuhan yang berada di bawah syahbandar. Semasa
                  Laksamana  Keumalahayati,  kapal  perang  dan  pasukan  gajah  menjadi  kekuatannya

                  utama angkatan perang Kerajaan Aceh. Selain di pusat pemerintahan kerajaan, kapal-
                  kapal perang tersebut juga disimpan di daerah bawahan-bawahan.
                            Kekuatan Keumalahayati sebagai seorang laksamana diuji ketika Kerajaan Aceh

                  mendapat  interaksi  dari  Belanda.  Kapal  Belanda  yang  bernama  de  Leeuw  dan  Leeuwin
                  pada tanggal 21 Juni 1599 berlabuh di ibu kota Kerajaan Aceh. Cornelis de Houtman dan

                  Frederick de Houtman yang merupakan dua bersaudara masing-masing memimpin kedua
                  kapal tersebut. Kapal Belanda tersebut disambut baik oleh Kerajaan Aceh. Kerajaan Aceh
                  berharap mendapatkan kerjasama yang baik untuk perdagangan lada.

                            Namun,  rupanya  kapal  Belanda  tersebut  hendak  mengacau  di  Kerajaan
                  Aceh.  Laksamana  Keumalahayati  menggagalkan  upaya  Belanda  tersebut.  Menurut
                  cerita, Cornelis de Houtman tewas dibunuh oleh Keumalahayati dalam duel satu lawan

                  satu  di  geladak  kapal. Sedangkan  Frederick  de  Houtman menjadi  tahanan  Kerajaan
                  Aceh.  Di  samping  sebagai  laksamana  yang  cerdas,  Keumalahayati  juga  memegang
                  jabatan  sebagai  troop  commander.  Jabatan  lain  yang  dipegang  adalah  diplomat.  Ia

                  menjadi diplomat ulung dan bertanggung jawab atas kendali hubungan luar negeri.
























                   Gambar 4.10 Bekas reruntuhan dan pangkalan militer armada Inong Balee yang
                                             terletak di Desa Lamreh, Aceh.



                                                                         IPS SMP VII GENAP           659
   76   77   78   79   80   81   82   83   84   85   86