Page 82 - 07_IPS_SMP_7_GENAP
P. 82

Saat  pembentukan  pasukan  armada  Inong  Bale,  Keumalahayati  pernah
                  bersumpah di hadapan Sultan atas nama Tuhan. Ia akan berjuang melawan musuh-
                  musuh  dari  Kerajaan  Aceh  sampai  titik  darah  penghabisan.  Keumalahayati

                  melaksanakan  sumpah  tersebut  hingga  akhirnya  gugur  di  medan  pertempuran  yang
                  dimenangkan oleh Aceh.
                            Darma Wangsa (Iskandar Muda), Keumalahayati, dan pasukannya berhasil

                  melawan  Portugis  dan  mengusirnya  dalam  pertempuran  di  Teluk  Krueng  Raya.
                  Kuemalahayati gugur dan dimakamkan di Lereng Bukit Kota Dalam, yaitu pada sebuah

                  bukit terlarang di Desa Nelayan. Para penulis dari dunia Barat menjulukinya sebagai
                  The  Guardian  of  Acheh  Kingdom,  dan  sosok  Malahayati  masuk  ke  dalam  jajaran  7
                  Warlord Women in The World, dan juga sebagai Best Female Warrior at All Time.

                             d.  Syarif Abdurrahman
                            Syarif Abdurrahman adalah putera dari Syarif Husain dan wanita Dayak yang

                  lahir  pada  tahun  1742.  Beliau  merupakan  cucu  dari  Syekh  Abdurrachman.  Sebagai
                  anak muda berparas tampan, Abdurrahman menunjukan ambisi dan bakatnya. Masa
                  mudanya  dihabiskan  dengan  berpetualang,  mulai  dari  berdagang  sampai  ke

                  Banjarmasin  hingga  merompak  kapal  asing.  Beliau  menjadi  menantu  sultan  dengan
                  menikahi  Ratu  Sirih  Anom  dari  Banjarmasin.  Namun,  ambisinya  yang  tinggi
                  menyebabkan ia dibenci dan terpaksa kembali ke Mempawah, Kalimantan Barat.

                            Pada akhir tahun 1771, Syarif Abdurrahman bersama beberapa pengikutnya
                  berlayar  di  Sungai  Kapuas  hingga  pertemuan  dengan  Sungai  Landak.  Di  sana,  ia
                  membuka  hutan  dan  membangun  pemukiman  baru  yang  kemudian  berkembang

                  menjadi  pusat  perdagangan.  Konon,  berdasar  cerita  setempat,  wilayah  tersebut
                  banyak  dihuni  oleh  makhluk  halus.  Namun,  kesemuanya  berhasil  ditundukkan  dan

                  wilayah  tersebut  diberi  nama  Pontianak.  Terbukti  dengan  nyata  pemilihan  tempat
                  tersebut  membawa  keuntungan  dengan  banyaknya  pedagang  yang  singgah  dari
                  Bugis, Melayu, Tiongkok, Sangau, Sukadana, Mempawah dan Sambas.


                      Lembar Aktivitas 10            Aktivitas Individu


                       •  Bagaimana karakteristik daerah Pontianak yang dipilih sebagai tempat untuk
                           membuka pemukiman baru oleh Syarif Abdurrahman?

                            Setelah  berkedudukan  kuat,  Syarif  Abdurrahman  melakukan  ekspansi  ke

                  Sangau  yang  merupakan  vasal  dari  Kerajaan  Banten.  Raja  Sangau  berupaya
                  memohon bantuan tetapi saat itu Banten sedang mengalami kemunduran. Banten pun
                  menyerahkan  daerah  yang  terdapat  di  Kalimantan  itu  kepada  Belanda.  Sadar  akan



                  660                IPS SMP VII GENAP
   77   78   79   80   81   82   83   84   85   86   87