Page 79 - 07_IPS_SMP_7_GENAP
P. 79
Setelah kekalahan Arya Penangsang, Ratu Kalinyamat kemudian dikenal sebagai
wanita penguasa di Jawa. Sejak pertengahan abad ke-16 (1549) Ratu Kalinyamat tampil
sebagai salah satu tokoh penting yang berpengaruh di pantai utara Jawa. Kekuasannya
meliputi Pati, Juana, Jepara, dan Rembang. Di bawah kepemimpinan Ratu Kalinyamat,
Jepara kemudian berkembang pesat terutama pada bidang pelayaran dan perdagangan.
Keberhasilan ini ditunjang oleh pelabuhan yang aman dan angkatan laut cukup banyak.
Ratu Kalinyamat melakukan kerjasama dengan penguasa di daerah lain melalui Maluku,
Cirebon, Tuban, Johor, dan Banten. Aspek sosial dan ekonomi tersebut berdampak kepada
keadaan Jepara yang aman dan tentram.
Dalam hubungan dagang dan pelayaran, Ratu Kalinyamat menerapkan sistem
commenda yang dikenal di Nusantara pada abad ke-16 M. Dalam sistem ini, para raja
(penguasa) wilayah pesisir memiliki wakil-wakil yang berkedudukan di Malaka. Melalui
perwakilannya ini, para raja tersebut melakukan penanaman modal pada kapal dalam negeri
dan luar negeri yang akan berlayar untuk berdagang dengan wilayah lain.
Jepara berhasil melakukan ekspor beras (terbesar di Jawa), gula, kayu,
kelapa, dan berbagai jenis palawija. Hal tersebut merupakan bukti adanya peningkatan
perekonomian di Jepara. Dengan armada laut yang kuat serta kekayaan yang luar
biasa, banyak penguasa lain bekerja sama dengan Jepara.
Semenjak Malaka jatuh kepada Portugis, orang Jawa yang menetap di
Malaka mendapatkan dampak. Mereka mendapatkan gangguan dari Portugis untuk
berdagang rempah-rempah. Orang-orang Jawa yang merasa dirugikan meminta
bantuan kepada Ratu Kalinyamat, yang terkenal dengan armada lautnya yang kuat,
untuk melawan Portugis di Malaka. Sultan Johor juga ternyata mempunyai niat untuk
mengadakan kerjasama dengan Ratu Kalinyamat. Dengan semangat yang tinggi, Ratu
Kalinyamat menurunkan bantuan berupa 4.000 tentara dari Jepara dan 40 kapal
sebagai upaya untuk merebut Malaka dari tangan Portugis.
Lembar Aktivitas 8 Aktivitas Individu
1. Bagaimana kekuatan maritim Jepara pada masa Ratu Kalinyamat
berkuasa?
2. Bandingkan dengan kekuatan maritim Indonesia pada masa kini!
Ratu Kalinyamat di sisi lain ingin menunjukkan kekuasaan dan kebesaran
pemerintahan. Utusan dari Aceh yang datang pada tahun 1573 juga meminta bantuan
dari Ratu Kalinyamat untuk membantu menyerang Portugis. Sultan Alauddin Ri’ayat
Syah (Raja Aceh saat itu) berupaya melakukan kerjasama dengan Ratu Kalinyamat.
IPS SMP VII GENAP 657

