Page 83 - 07_IPS_SMP_7_GENAP
P. 83
kekuatan Belanda, Syarif Abdurrahman mengakui supremasi Belanda. Akhirnya,
Belanda mempunyai hak atas monopoli hasil daerah Pontianak berupa emas, berlian,
sarang burung, lada, karet, rotan, lilin, dan sagu.
Akibat ekspansi Belanda di Riau, sebagai raja muda, Raja Ali kemudian lari
ke Mempawah. Raja Ali yang hadir sebagai musuh Belanda di Mempawah,
dimanfaatkan oleh Syarif Abdurrahman untuk membersihkan penghalang bagi
kemajuan perdagangan di Pontianak.
Perebutan kekuasaan di wilayah tersebut menjadi makin rumit akibat konflik
yang terjadi antara Sambas dan Mempawah. Konflik tersebut dapat diredam atas
bantuan dari Syarif Abdurrahman, tetapi pertentangan antara Panembahan
Mempawah dan Abdurrahman menjadi meningkat. Abdurrahman bersiasat untuk
meyakinkan Belanda bahwa Panembahan Mempawah adalah musuh besarnya. Faktor
lain yang menjadi penambah konflik tersebut adalah persaingan dan permusuhan
antara Pontianak dan Sukadana. Rivalitas Pontianak dan Sukadana terjadi akibat hasil
dari daerah hulu Sungai Kapuas ke Sukadana merugikan Pontianak. Saat Raja Ali
mengungsi ke Sukadana dan pindah dari Mempawah, Abdurrahman pun menambah
kekuatan dan meminta bantuan dari Belanda. Belanda bersedia membantu karena
Sukadana tidak pernah mengakui kehadirannya di Kalimantan.
Gambar 4.11 Masjid Jami’ Pontianak yang juga dikenal sebagai Masjid Sultan
Syarif Abdurrahman
Pasukan Belanda bersama dengan Syarif Kasim (putera dari Syarif
Abdurrahman) menyerang Sukadana. Sultan Ahmad Kaharudin menyelamatkan diri
bersama pengikutnya. Mempawah dan Matan pun menjadi target berikutnya. Persaingan
dan pertentangan di Kalimantan Barat mengundang campur tangan Belanda. Belanda
IPS SMP VII GENAP 661

