Page 71 - 01_PAI_SMA_10 GENAP
P. 71

4)  Ucapan yang Keji dan Tidak Sopan Ucapan yang berupa celaan, hinaan, umpatan
                     atau  perkataan  yang  menyesakkan  dada  kepada  orang  lain,  adalah  salah  satu

                     pemicu munculnya kemarahan seseorang. Apabila kita tidak mampu mengendalikan
                     perkataan kita kepada orang lain, maka hal tersebut bisa saja menjadikan orang lain
                     tersinggung, kemudian memicu terjadinya kemarahan dan pertengkaran yang akan

                     merugikan.
                 5)  Sikap Permusuhan kepada Orang Lain Seseorang yang memiliki bibit kebencian dan

                     tidak suka kepada orang lain, cenderung akan memusuhi orang lain dengan segala
                     cara. Ia akan mengolok-olok, mencari-cari kesalahan, mengadu domba, mencaci dan
                     mengejek  orang  lain  dengan  berbagai  cara.  Sehingga  apabila  orang  yang

                     diperlakukan buruk tersebut tidak rida, sangat berpotensi untuk memicu kemarahan
                     dan permusuhan yang tidak kunjung berhenti di antara mereka.

                 3. Tingkatan Sifat Temperamental (Ghadhab)
                     Sifat temperamental atau ghadhab dalam pandangan Islam merupakan refleksi dari
                 sifat  setan  yang  keji.  Ia  akan  memperdaya  manusia  melalui  kemarahannya.  Dalam

                 keadaan  marah, seseorang akan sangat  mudah  melakukan perbuatan-perbuatan  keji
                 yang  lain  karena ketidakmampuan  mengendalikan  amarahnya.  Setiap  orang  memiliki
                 temperamen yang berbedabeda, sehingga sesunguhnya sifat temperamental merupakan

                 sifat hati yang harus dikelola agar setiap kemarahan tersebut tidak bersifat destruktif atau
                 merusak.
                     Berikut  ini  merupakan  tingkatan  sifat  temperamental  (ghadhab)  dalam  kehidupan

                 yaitu:
                1.  Golongan Marah Berlebihan (Ifrath) Yaitu golongan yang mengalami kesulitan dalam

                   mengendalikan sifat pemarah, lalu bersikap berlebihan sehingga kehilangan kendali
                   terhadap akal sehatnya. Seringkali golongan ini akan berteriak dan membentak dengan
                   suara  yang  kasar  dan  adakalanya  sampai  terjadi  pemukulan  dan  amukan  hingga

                   menyebabkan terjadinya pertumpahan darah.
                   Marah yang tidak dapat dikendalikan juga dapat membentuk perasaan dendam, benci
                   dan dengki sehingga mendorong seseorang untuk melakukan pembalasan terhadap

                   orang  yang  menjadi  sumber  kemarahannya.  Sifat  temperamental  (ghadhab)  yang
                   berlebihan ini terbentuk karena 2 faktor, yaitu:
               (1) faktor pembawaan; dan

               (2)  faktor  kebiasaan.  Tidak  sedikit  sifat  pemarah  tersebut  merupakan  sifat  bawaan
                   sehingga  pembawaan,  watak  dan  wajahnya  seolah-olah  menampakkan  ciri  khas



                 68              PENDIDIKANAGAMA ISLAM SMA X GENAP
   66   67   68   69   70   71   72   73   74   75   76