Page 76 - 01_PAI_SMA_10 GENAP
P. 76
Aktivitas 8.3
1. Lakukan literasi terhadap sub materi menghindari sikap temperamental (ghadhab)
dengan seksama.
2. Lakukanlah muhasabah, apakah kalian pernah merasa sangat marah dan tidak mampu
mengendalikan kemarahan tersebut? Kapankah peristiwa yang kalian alami itu terjadi?
3. Apakah setelah marah tersebut terlampiaskan timbul penyesalan atau kepuasan?
Tuliskan jawaban kalian dan refleksikan bersama teman di kelas dengan dipandu oleh
guru kalian!
b. Membiasakan Perilaku Kontrol Diri
1. Definisi Kontrol Diri
Kontrol diri dalam Islam disebut dengan mujahaddah an-nafs. Secara bahasa
mujahaddah an-nafs terdiri dari dua kata yaitu mujahaddah yang berarti bersungguh-
sungguh, dan an-nafs yang berarti jiwa, nafsu atau diri. Sehingga pengertian dari
mujahadddah an-nafs atau kontrol diri adalah upaya sungguh-sungguh untuk
mengendalikan diri atau menahan nafsu yang melanggar hukum-hukum Allah Swt. Lawan
kata dari mujahaddah an-nafs adalah ittiba’ul hawa atau mengikuti hawa nafsu.
Kontrol diri identik dengan kemampuan untuk menyusun, membimbing, mengatur dan
mengarahkan perilaku seseorang menjadi lebih positif. Kontrol diri juga berperan untuk
menahan tingkah laku yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain, karena orang
yang memiliki kontrol diri yang baik, cenderung akan patuh dan mengikuti peraturan yang
ada di mana pun ia berada, serta mampu menekan atau menahan tingkah laku yang
bersifat impulsif atau sekehendak hatinya. Kontrol diri akan membuat seseorang mampu
menahan reaksi yang bersifat negatif terhadap sesuatu dan mengarahkannya menjadi
reaksi yang lebih positif. Semakin tinggi kemampuan kontrol diri seseorang, maka akan
semakin rendah tingkat agresifitasnya terhadap sesuatu, dan begitu pun sebaliknya.
Rasulullah Saw. bersabda sebagaimana yang diriwayatkan dalam hadis riwayat
Muslim berikut ini:
Artinya: Dari Abdullah bin Mas’ud r.a. berkata: Rasulullah Saw. bersabda: “Apakah yang
kamu sebut dengan orang yang perkasa (kuat) di antara kamu?” Jawab kami: “orang yang
mampu merobohkan lawannya”. Jawab Nabi: “bukan itu orang yang perkasa, melainkan
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SMA X GENAP 73

