Page 70 - 01_PAI_SMA_10 GENAP
P. 70

b. Faktor Psikis (Rohaniah)
                     Faktor  psikis  yang  dapat  menyebabkan  sifat  temperamental  atau  mudah  marah

                 sangat erat kaitannya dengan karakter dan kepribadian seseorang. Berikut ini adalah
                 beberapa sebab secara psikis yang dapat memunculkan amarah seseorang yaitu:
                 1)  Ujub (Bangga terhadap Diri Sendiri) Rasa  bangga seseorang terhadap diri sendiri

                     baik dalam hal pemikiran, pendapat, status sosial, keturunan, kekayaan merupakan
                     salah  satu  sebab  munculnya  kemarahan  seseorang  apabila  tidak  dikendalikan

                     dengan  nilainilai  ajaran  agama  Islam.  Ujub  sangat  dekat  dengan  kesombongan.
                     Apabila seseorang yang memiliki sifat ujub tersebut tidak mendapatkan pengakuan
                     dari orang lain seperti yang ia harapkan, maka sangat berpotensi munculnya sifat

                     amarah yang dapat merugikan.
                 2)  Perdebatan atau Perselisihan Debat adalah adu argumen antara satu pihak dengan

                     pihak lain untuk memutuskan atau mendiskusikan tentang sebuah perbedaan. Akibat
                     buruk yang ditimbulkan dari sebuah perdebatan di kalangan masyarakat sangatlah
                     banyak.  Itulah  sebabnya  Islam  melarang  terjadinya  perdebatan,  meskipun  yang

                     diperdebatkan adalah sesuatu yang benar karena jika tidak didasari dengan nilai-nilai
                     dan ajaran Islam yang benar, perdebatan tersebut dapat menimbulkan kemarahan
                     dan mendatangkan perselisihan. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw. berikut ini:

                     Dari Abi Umamah, berkata Nabi Muhammad Saw. aku akan menjamin rumah di tepi
                     surga  bagi  seseorang  yang  meninggalkan  perdebatan  meskipun  benar.  Aku  juga
                     menjamin  rumah  di  tengah  surga  bagi  seseorang  yang  meninggalkan  kedustaan

                     meskipun bersifat gurau, dan aku juga menjamin rumah di surga yang paling tinggi
                     bagi seseorang yang berakhlak baik. (H.R. Abu Daud)

                 3)  Senda Gurau yang Berlebihan Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menjumpai
                     dan  mengalami  sekumpulan  orang  yang  gemar  bercanda,  bersenda  gurau  yang
                     terkadang  melampaui  batas.  Seringkali  senda  gurau  tersebut  menggunakan

                     perkataan  yang  tidak  berfaedah  dan  bisa  menyakiti  hati  orang  lain.  Khalid  bin
                     Shafwan mengatakan bahwa senda gurau yang berlebihan dari seseorang bagaikan
                     menghantam  seseorang  dengan  batu  besar,  menusuk  hidung  dengan  baubauan

                     yang lebih menyengat dari pada bubuk lada, dan menyiram kepala seseorang dengan
                     sesuatu yang  sangat  panas  melebihi  air  yang  mendidih,  lalu  setelah  itu  ia  hanya
                     mengatakan, aku hanya bergurau, maka hal tersebut sangat berpotensi mengundang

                     kemarahan orang lain.





                                                                  PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SMA X GENAP             67
   65   66   67   68   69   70   71   72   73   74   75