Page 156 - 01_PAI_SMA_10 GENAP
P. 156
pakaian seperti yang dikenakan oleh para ulama yang lain. Sunan Kalijaga membaur
dengan masyarakat sehingga masyarakat tidak merasa asing dengannya, bahkan
menganggapnya seperti masyarakat Jawa kebanyakan dan masyarakat pun
menerimanya dengan senang hati.
Sunan Kalijaga berpendapat bahwa, penting terlebih dahulu merebut hati
masyarakat, dan yang paling utama adalah bagaimana masyarakat mau menerima
kehadirannya. Dengan demikian, setelah masyarakat mau menerima kehadirannya,
maka pelan-pelan mereka pun akan menerima ajarannya. Sedemikian elok strategi,
kesabaran, kesungguhan dan kegigihan para wali dalam menyebarkan agama Islam, bil
hikmah wal maudlatil hasanah sehingga begitu cepatnya ajaran Islam diterima oleh
masyarakat.
Sunan Muria
8. Sunan Muria
Sunan Muria termasuk salah satu Wali Songo yang dilahirkan pada abad ke-15 M.
dan wafat pada awal abad ke-16 M. dan dimakamkan di Gunung Muria, Kudus, Jawa
Tengah. Nama aslinya adalah Raden Umar Said atau Raden Prawoto. Ia merupakan
putra dari Sunan Kalijaga dan Dewi Sarah binti Maulana Ishak. Ia menikah dengan Dewi
Sujinah yang merupakan putra Sunan Ngudung dan menjadi adik ipar dari Sunan Kudus.
Wilayah dakwah dan penyebaran Islam yang dilakukan oleh Sunan Muria adalah di
pantai utara Jepara. Sunan Muria berdakwah di sekitar wilayah Tayu, Pati, Juwana,
Kudus dan lereng-lereng gunung Muria.
Sebagaimana dengan strategi dakwah yang dilakukan oleh Sunan Kalijaga, Sunan
Bonang dan para wali lainnya, Sunan Muria terbiasa menggunakan keahliannya dalam
bidang seni untuk berdakwah. Ia dikenal sebagai wali yang mahir dalam memainkan alat
kesenian dan sekaligus ia pergunakan untuk media dakwahnya. Ia merupakan seorang
wali yang gemar berdakwah di desa-desa terpencil, bahkan di pelosok desa yang jauh
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SMA X GENAP 153

