Page 159 - 01_PAI_SMA_10 GENAP
P. 159

tahun  1475  M.,  ia  kembali  ke  tanah  Jawa  dan  tinggal  di  Caruban  di  dekat  wilayah
                  Cirebon.  Ia  pun  menikah  dengan  Nyi  Ratu  Pakungwati,  putri  dari  Pangeran  Cakra

                  Buana, penguasa Cirebon. Setelah Pangeran Cakra Buana memasuki usia lanjut, maka
                  kekuasaan  atas  Kasultanan  Cirebon  diserahkan  kepada  Sunan  Gunung  Jati  selaku
                  menantunya.

                     Sunan Gunungkati adalah seorang wali yang memberikan banyak kontribusi untuk
                  penyebaran agama  Islam.  Ia  pun  pernah  mengunjungi  Prabu  Siliwangi,  kakeknya  di

                  Kerajaan Pajajaran. Saat itu ia mengajak kakeknya untuk memeluk agama Islam, namun
                  ditolak. Meskipun demikian sang kakek tidak menghalangi cucunya untuk menyebarkan
                  agama Islam di wilayah Pajajaran.

                     Setelah dari Pajajaran, Sunan Gunung Jati melanjutkan perjalanan dakwahnya ke
                  wilayah  Serang.  Penduduk  Serang  sudah  banyak  yang  menganut  agama  Islam,

                  dikarenakan banyak di antara mereka yang sebelumnya pernah bertemu dengan Sunan
                  Gunung Jati di Banten.
                     Di wilayan Banten, Sunan Gunung Jati bertemu dengan Sunan Ampel, dan kemudian
                  berguru  kepadanya.  Dari  Sunan  Ampel,  Sunan  Gunung  Jati  belajar  banyak  hal

                  mengenai ajaran Islam, hingga akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke Demak bersama
                  dengan Sunan Ampel. Dan sepulang dari memperdalam ilmu agama di Demak tersebut,

                  Sunan Gunung Jati kembali ke Cirebon, tidak hanya untuk menyebarkan agama Islam,
                  namun  ia  diangkat  menjadi  penguasa  kasultanan  Cirebon  menggantikan  ayah
                  mertuanya Pangeran Cakra Buana.

                     Dalam kedudukannya sebagai raja, Sunan Gunung Jati membuat kebijakan tentang
                  pajak  yang  jumlah,  jenis  dan  besarannya  disederhanakan  agar  tidak  memberatkan

                  rakyat. Ia juga membangun Masjid Agung Sang Ciptarasa dan masjid-masjid Jami’ di
                  wilayah  Cirebon.  Ia  juga  menghentikan  tradisi  pengiriman  pajak  kepada  kerajaan
                  Pajajaran, yang biasanya diserahkan secara periodik dalam satu tahun. Keputusan ini

                  merupakan simbol pernyataan berdirinya Kasunanan Cirebon yang berdasarkan pada
                  ajaran Islam.
                     Dinamika  perjalanan  dakwah  Sunan  Gunung  Jati,  sekilas  seperti  tidak  ada  yang

                  berbau  kekerasan  dan  pemaksaan.  Kapasitasnya  sebagai  seorang  ulama  sekaligus
                  sebagai  seorang  raja,  tentu  saja  seolah  memainkan  standar  ganda.  Pada  satu  sisi,
                  sebagai  seorang  ulama,  segala  tindak  tanduk  dan  perkataannya  harus  selalu

                  menunjukkan keteladanan, namun sebagai seorang raja, sangat mungkin ia bertidak
                  secara politis yang semuanya disandarkan pada alasan untuk penyebaran agama Islam,



                 156              PENDIDIKANAGAMA ISLAM SMA X GENAP
   154   155   156   157   158   159   160   161   162   163   164