Page 158 - 01_PAI_SMA_10 GENAP
P. 158
dakwah Wali Songo menjadi dua tipe yaitu:
1) Golongan Abangan Golongan ini disebut juga aliran Tuban atau aluran. Dalam
berdakwah para wali yang termasuk dalam golongan ini menggunakan cara-cara yang
moderat, lunak dan menggunakan media kesenian dan kebudayaan serta tradisi yang
sudah ada di masyarakat dan menyisipkan dan menyesuaikannya dengan nilainilai dan
ajaran Islam. Termasuk pada golongan ini adalah Sunan Kalijaga, Sunan Muria, Sunan
Kudus dan Sunan Gunungjati. Golongan ini lebih suka melakukan dakwahnya kepada
rakyat jelata.
2) Golongan Putihan Golongan ini juga disebut aliran santri. Mereka berdakwah dengan
menggunakan metode yang langsung bersumber dari Al-Qur’an dan sunah, pedoman
umat Islam pada umumnya. Golongan ini lebih suka berdakwah kepada golongan
ningrat dan bangsawan. Yang termasuk dalam golongan ini adalah Sunan Giri, Sunan
Ampel dan Sunan Drajat.
Sunan Gunung Jati
9) Sunan Gunung Jati
Sunan Gunung Jati adalah salah satu dari Wali Songo yang lahir pada tahun 1450 M.
dengan nama asli Syarif Hidayatullah. Ia adalah putra dari Syarif Abdullah bin Nur Alam
bin Jamaluddin Akbar, dari seorang ibu bernama Nyai Rara Santang. Jamaluddin Akbar
kakek buyut dari Syarif Hidayatullah adalah seorang mubaligh besar dari Gujarat, India
yang dikenal dengan Syekh Maulana Akbar. Ia merupakan keturunan Rasulullah Saw.
dari jalur Husain bin Ali.
Pada masa remajanya, Syarif Hidayatullah memperdalam ilmu agama dengan
berguru kepada Syekh Tajudin al-Kubri dan Syekh Ataullahi Sadzili di Mesir, kemudian
ia melanjutkan belajar ilmu tasawuf ke Baghdad. Dan pada saat berusia 27 tahun, sekitar
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SMA X GENAP 155

