Page 152 - 01_PAI_SMA_10 GENAP
P. 152
tahun 1442 M., wafat pada tahun 1506 M., dimakamkan di Dusun Giri, Desa Giri, Gresik,
Jawa Timur. Ayahnya bernama Maulana Ishaq (saudara kandung Maulana Malik Ibrahim/
Sunan Gresik) dan ibunya adalah seorang putri yang bernama Dewi Sekardadu.
Saat remaja Sunan Giri berguru kepada Sunan Ampel di Surabaya. Setelah itu bersama
dengan Sunan Bonang ia pergi ke Pasai dan memperdalam ilmu agama Islam. Setelah
merasa cukup ilmu, ia pun memutuskan untuk membuka pesantren di daerah perbukitan
Sidomukti, di selatan Gresik. Dalam bahasa Jawa, bukit adalah ‘giri’ oleh karena itulah ia
mendapatkan julukan Sunan Giri. Pesantren tersebut tidak hanya dipergunakan untuk
lembaga pendidikan saja, namun karena kekhawatiran jika Sunan Giri akan merancang
pemberontakan di pesantren tersebut, Raja Majapahit justru memberinya keleluasaan
untuk mengatur pemerintahan. Dan karena hal tersebutlah pesantren Sunan Giri
berkembang menjadi salah satu pusat kekuasaan yang disebut dengan Giri Kedaton.
Pengaruh Sunan Giri bahkan sampai keluar pulau Jawa, seperti Makassar, Ternate
dan Tidore. Bahkan konon raja-raja di daerah tersebut, belum dianggap sah jika belum
direstui oleh Sunan Giri. Pada abad ke-15 M, di saat kerajaan Majapahit dikalahkan oleh
Raja Kaling Kediri, dan berada diambang keruntuhan. Pada saat itulah Sunan Giri yang
dianggap sebagai tokoh yang memiliki kekuasaan di pemerintahan segera dinobatkan
menjadi raja peralihan. Hal tersebut dimanfaatkan oleh Sunan Giri untuk menyebarluaskan
ajaran Islam, hingga akhirnya setelah situasi kondusif, ia menyerahkan pemerintahan
Majapahit kepada Raden Patah, Putra dari Brawijaya Kertabumi, Raja Majapahit
sebelumnya.
Pengaruh Sunan Giri selama masa pemerintahan tersebut, turut melatarbelakangi
berdirinya sebuah kerajaan yang bernama Demak Bintoro, yang sekaligus merupakan
kerajaan Islam yang pertama di pulau Jawa.
Strategi dakwah yang dilakukan oleh Sunan Giri dilakukan dengan berbagai metode,
mulai dari pendidikan, budaya hingga pendekatan politik. Dalam bidang pendidikan ia tidak
hanya didatangi murid atau santri dari berbagai daerah, namun tidak segan juga ia yang
mendatangi masyarakat dan menyampaikan ajaran secara langsung. Setelah situasi
memungkinkan, masyarakat dikumpulkan pada acara-acara selamatan, upacara adat dan
lain sebagainya, sehingga lambat laun ajaran Islam disisipkan sehingga masyarakat
menjadi lunak dan mengikuti ajaran Islam.
Di kalangan Wali Songo, Sunan Giri dikenal sebagai seorang wali yang ahli dalam
bidang politik ketatanegaraan. Pandangan politiknya dijadikan rujukan, bahkan ketika
Raden Patah melepaskan diri dari kerajaan Majapahit, Sunan Giri dipercaya meletakkan
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SMA X GENAP 149

