Page 161 - 01_PAI_SMA_10 GENAP
P. 161

Agama Islam datang sebagai pembaharu, yang tentu saja tidak bisa serta merta
                  merubah begitu saja budaya dan kepercayaan lama yang telah dipegang teguh secara

                  turun temurun oleh masyarakat Nusantara. Datangnya sebuah kebudayaan baru, tidak
                  akan mungkin langsung mempengaruhi keseluruhan masyarakat, sehingga diperlukan
                  proses yang bertahap dan pelan-pelan.

                      Para  Wali  Songo,  menyisipkan  nilai-nilai  dan  ajaran  Islam  sedikit  demi  sedikit
                  melalui pendekatan budaya yang sudah berkembang di masyarakat, sehingga terjadilah

                  apa yang dinamakan akulturasi dan asimilasi budaya yaitu adaptasi budaya lama yang
                  sudah ada, dan disesuaikan dengan nilai-nilai dan ajaran agama Islam.
                      Metode dakwah yang dilakukan oleh para Wali Songo benar-benar merangkul dan

                  merengkuh semua lapisan masyarakat. Tidak ada satupun wali yang melakukan cara-
                  cara kekerasan dalam berdakwah sehingga proses adaptasi, asimilasi dan akulturasi

                  budaya tersebut dapar berjalan dengan harmonis dan minim konflik.
                      Metode dakwah yang dilakukan oleh para Wali Songo benar-benar merangkul dan
                  merengkuh semua lapisan masyarakat. Tidak ada satupun wali yang melakukan cara-
                  cara kekerasan dalam berdakwah sehingga proses adaptasi, asimilasi dan akulturasi

                  budaya tersebut dapar berjalan dengan harmonis dan minim konflik.
                      Proses masuknya budaya yang baik, adalah dengan tidak menggunakan cara-cara

                  yang kasar dan melukai hati, meskipun juga tetap harus mengandung unsur ketegasan.
                  Hal inilah yang selalu menjadi pegangan Wali Songo dalam menyebarkan agama Islam
                  di  Nusantara  yang  pada  saat  itu  masih  menganut  agama  kepercayaan  dan  masih

                  banyak ditemui praktik syirik dan musyrik dalam kehidupan sehari-hari. Namun kiranya
                  strategi dakwah bil lisan, bil hikmah wal mauidlatil hasanah, para wali pun menunjukkan

                  sifat-sifat  uswatun  hasanah  merupakan  strategi  dakwah  yang  masih  relevan  untuk
                  diteladani kembali saat ini.
                      Tengoklah di masa modern saat ini, berkembangnya cara-cara yang tidak beretika

                  dalam pelaksanaan dakwah Islam, memunculkan kekhawatiran akankah wajah Islam di
                  mata  pemeluk  agama  lain,  kemudian  membentuk  framing  dan  citra  yang  buruk?
                  Berkembangnya  pemikiran-pemikiran  ekstrim  di  Indonesia  saat  ini  seolah  memberi

                  ruang untuk saling memaki, saling mencaci, saling mencela, berdebat yang tidak ada
                  ujung pangkalnya. Forum dan kajian dakwah Islam yang dihiasi dengan pernyataan-
                  pernyataan menghasut dan menghina ormas lslam lain, sungguh merupakan sesuatu

                  yang  mengkhawatirkan  apabila  masih  dibiarkan  dan  tidak  dilakukan  upaya-upaya
                  perbaikan.



                 158              PENDIDIKANAGAMA ISLAM SMA X GENAP
   156   157   158   159   160   161   162   163   164   165   166