Page 151 - 01_PAI_SMA_10 GENAP
P. 151
menyesuaikan kultur dan karakter Masyarakat di sekitar kita, dan kecerdasan dalam
merumuskan strategi yang tepat tanpa melukai dan menyakiti hati siapa pun. Dan inilah
yang dimaksud dengan Islam rahmatan lil ‘alamin.
Salah satunya adalah dengan cara mengubah fungsi sesajen yang berupa makanan,
lebih baik disedekahkan kepda orang yang kelaparan, permohonan kepada nenek moyang
dan roh halus, diarahkan untuk memohon hanya kepada Allah Swt., memodifiasi makna-
makna yang ada dalam upacara mitoni yang disakralkan oleh umat Hindu-Budha sebagai
ucapan syukur karena telah dikaruniai keturunan dan lain-lain. Dalam hal ini Sunan Kudus
tidaklah menghapus tradisi dan adat istiadat yang berkembang di masyarakat, namun ia
meluruskannya agar tidak melenceng dari ajaran Islam dan terhindar dari perbuatan syirik.
Pola pendekatan semacam inilah yang mendatangkan simpati dan ketertarikan
masyarakat untuk mempelajari Islam, bukan sebaliknya dengan mengedepankan sifat-sifat
kekerasan dalam menentang dan memberantas kebiasaan dengan atas nama
pemberantasan tahayul, bid’ah dan khurafat dengan serta merta menghapuskan adat lama,
yang telah berkembang sebelumnya. Karena jika hal tersebut dilakukan bukan simpati yang
akan diperoleh namun kebencian, resitensi dan penolakan dari masyarakat yang akan
diterima. Dalam hal ini Sunan Kudus memberikan teladan yang sangat berguna yaitu
strategi dakwah yang masih relevan kiranya diterapkan di era modern saat ini, tentu dengan
menyesuaikan kultur dan karakter Masyarakat di sekitar kita, dan kecerdasan dalam
merumuskan strategi yang tepat tanpa melukai dan menyakiti hati siapa pun. Dan inilah
yang dimaksud dengan Islam rahmatan lil ‘alamin.
Sunan Giri
6. Sunan Giri
Nama asli dari Sunan Giri adalah Raden Paku dan memiliki nama panggilan lain yaitu
Ainul Yaqin. Ia lahir di Blambangan (sekarang Banyuwangi) pada abad ke-15 M. sekitar
148 PENDIDIKANAGAMA ISLAM SMA X GENAP

