Page 149 - 01_PAI_SMA_10 GENAP
P. 149

Islam kepada masyarakat Kudus.
                   Metode dakwah yang dilakukan oleh Sunan Kudus adalah mengadopsi cara-cara yang

               telah dilakukan sebelumnya oleh Sunan Bonang. Penjelasan mengenai metode dakwah
               Sunan Kudus adalah sebagai berikut:
               a)  Tidak  menggunakan  jalan  kekerasan  atau  radikalisme  untuk  mengubah  masyarakat

                  yang masih taat dengan kepercayaan lamanya. Ia memberikan kelonggaran terhadap
                  tradisi yang sudah berkembang sejak lama, namun pelan-pelan ia sisipkan ajaran Islam

                  kedalamnya.
               b) Jika ada tradisi atau kebiasaan buruk yang berkembang di masyarakat,    maka selagi
                  hal tersebut dapat dirubah, maka Sunan Kudus berusaha merubahnya dengan pelan-

                  pelan
               c) Mengembangkan prinsip tutwuri handayani yaitu turut membaur dan ikut serta dalam

                  kegiatan masyarakat, dan sedikit demi sedikit menanamkan pengaruh lalu berkembang
                  menjadi  prinsip  tutwuri  hangiseni  yaitu  perlahan-lahan  menberikan  nuansa  Islam  di
                  dalamnya
               d) Tidak melakukan perlawanan dan konfrontasi langsung terhadap tindak kekerasan.

               e) Berusaha menarik simpati masyarakat agar tertarik dengan ajaran Islam. Masyarakat
                   Kudus  saat  itu  masih  banyak  yang  menganut  kepercayaan  Hindu-Budha.  Meski

                   sebagian kecil sudah ada yang menganut agama Islam,
                   namun  jumlahnya  tidak  sebanding.  Hal  tersebut  mendasari  Sunan  Kudus  untuk
               mengembangkan ajaran toleransi beragama antara umat Islam dengan umat Hindu-Budha.

               Sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada umat Hindu, pada saat hari raha
               Idul Adha Sunan Kudus tidak memperbolehkan umat Islam untuk menyembelih sapi, hewan

               yang dianggap keramat dan suci bagi umat Hindu. Hal tersebut rupanya justru menjadikan
               masyarakat Hindu menjadi bersimpati, sehingga mereka benar-benar segan dan menaruh
               rasa hormat kepada Sunan Kudus. Hal itulah yang kemudian sedikit demi sedikit membuat

               umat Hindu dan Budha tertarik untuk mendalami Islam.
                  Selain menyampaikan ajaran dakwah kepada umat Hindu-Budha, Sunan Kudus juga
               memperluas ajakannya kepada masyarakat yang masih menganut kepercayaan lokal yaitu

               animisme  dan  dinamisme.  Ia  pun  menggunakan  cara  yang  unik  yaitu  membangun
               pancuran wudu di Masjid Menara Kudus yang dibangunnya dengan jumlah 8 (delapan)
               pancuran, dan di setiap atas pancuran diletakkan arca. Hal itu dilakukan agar umat Budha

               yang sebelumnya tidak tertarik kepada agamaIslam pun menjadi terdorong hatinya untuk
               mempelajari agama Islam.



                 146              PENDIDIKANAGAMA ISLAM SMA X GENAP
   144   145   146   147   148   149   150   151   152   153   154