Page 150 - 01_PAI_SMA_10 GENAP
P. 150
Sunan Kudus memahami bahwa ada 8 (delapan) ajaran pada agama Budha yang
dikenal dengan Asta Sanghika Marga, yang kemudian simbol jumlah 8 tersebut dijadikan
sebagai jumlah pancuran wudlu yang ia bangun. Asta Sanghika Marga tersebut adalah:
1) Memiliki pengetahuan yang benar
2) Mengambil keputusan yang benar
3) Berkata yang benar
4) Bertindak yang benar
5) Hidup dengan cara yang benar
6) Bekerja dengan benar
7) Beribadah dengan benar
8) Menghayati agama dengan benar
Dan nampaknya strategi yang dilakukan oleh Sunan Kudus ini menarik umat Budha.
Kemudian banyak masyarakat yang datang ke masjid kemudian Sunan Kudus mulai
mengenalkan ajaran Islam. Terhadap persoalan adat istiadat, Sunan Kudus tidak serta
merta menentang masyarakat yang sering menabur bunga di jalan, meletakkan sesajen di
kuburan, dan adat-adat lain yang dianggap melenceng dari ajaran Islam dan mengandung
unsur syirik. Sunan Kudus justru berfiir bahwa hal tersebut bisa dijadikan media untuk
menarik masyarakat. Ia memodifiasi hal-hal tersebut dan mengarahkannya agar sesuai
dengan nilai-nilai dan ajaran Islam.
Salah satunya adalah dengan cara mengubah fungsi sesajen yang berupa makanan,
lebih baik disedekahkan kepda orang yang kelaparan, permohonan kepada nenek moyang
dan roh halus, diarahkan untuk memohon hanya kepada Allah Swt., memodifiasi makna-
makna yang ada dalam upacara mitoni yang disakralkan oleh umat Hindu-Budha sebagai
ucapan syukur karena telah dikaruniai keturunan dan lain-lain. Dalam hal ini Sunan Kudus
tidaklah menghapus tradisi dan adat istiadat yang berkembang di masyarakat, namun ia
meluruskannya agar tidak melenceng dari ajaran Islam dan terhindar dariperbuatan syirik.
Pola pendekatan semacam inilah yang mendatangkan simpati dan ketertarikan
masyarakat untuk mempelajari Islam, bukan sebaliknya dengan mengedepankan sifat-sifat
kekerasan dalam menentang dan memberantas kebiasaan dengan atas nama
pemberantasan tahayul, bid’ah dan khurafat dengan serta merta menghapuskan adat lama,
yang telah berkembang sebelumnya. Karena jika hal tersebut dilakukan bukan simpati yang
akan diperoleh namun kebencian, resitensi dan penolakan dari masyarakat yang akan
diterima. Dalam hal ini Sunan Kudus memberikan teladan yang sangat berguna yaitu
strategi dakwah yang masih relevan kiranya diterapkan di era modern saat ini, tentu dengan
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SMA X GENAP 147

