Page 147 - 01_PAI_SMA_10 GENAP
P. 147
1) Paring teken marang wong kang kalunyon lan wuto (memberikan tongkat kepada
orang yang buta
2) Paring pangan marang wong kang kaliren (memberi makan kepada orang
yang kelaparan)
3) Paring sandhang marang wong kang kawudan (memberi pakaian kepada
orang yang telanjang)
4) Paring payung marang wong kang kodanan (memberikan payung kepada orang yang
kehujanan)
Pesan welas asih dari catur piwulang tersebut kepada umat Islam untuk selalu
memberikan pertolongan kepada orang yang mengalami kesulitan, tanpa melihat suku,
agama, ras atau golongannya. Kapan saja kita melihat orang yang sedang dalam
kesulitan baik fiik, sandang, pangan, papan dan kondisi apa pun, maka ringankanlah
untuk memberikan pertolongan.
Pada saat melakukan penyebaran Islam di tanah Jawa pun, Sunan Drajat selalu
beradaptasi dan menyesuaikan ajarannya dengan kondisi Masyarakat setempat. Ia tidak
serta merta memerintahkan dan memaksa orang-orang yang menganut ajaran Hindu-
Budha untuk segera memeluk agama Islam. Sunan Drajat menggunakan strategi untuk
menarik perhatian masyarakat agar dating ke tempat kediamannya. Ia menggunakan
kesenian tradisional yang ada di daerah tersebut yaitu tembang tembang yang diiringi
dengan musik gamelan. Karena pendekatan melalui karya seni yang ia kembangkan,
maka tidak sedikit masyarakat yang berbondong-bondong datang ke kediaman Sunan
Drajat untuk menyaksikan syiar dan dakwahnya yang kemudian membawa mereka untuk
masuk Islam.
Sunan Drajat banyak memberikan pesan-pesan yang menjadi pengingkat bahwa ajaran
Islam adalah yang menekankan pada perdamaina , baik perdamaian kepada Maha Kuasa
maupun perdamaian kepada diri sendiri. Ia selalu mengingkatkan pada murid-muridnya
agar selalu bersikap saling tplong mrnolong terhadap sesame demi terciptanya sebuah
tatanan kehidupan Masyarakat yang akur dan Makmur.
144 PENDIDIKANAGAMA ISLAM SMA X GENAP

