Page 148 - 01_PAI_SMA_10 GENAP
P. 148
Sunan Kudus
5. Sunan Kudus
Sunan Kudus merupakan salah satu dari sembilan wali yang menyebarkan Isalm di
tanah Jawa. Nama aslinya adalah Sayyid Ja’far Shadiq Azmatkhan. Ia diperkirakan lahir
pada sekitar tahun 1500 M. di daerah Jipang Panolan, sebelah utara kota Blora, wafat tahun
1550 M. dan dimakamkan di Kudus, Jawa Tengah. Ayahnya adalah Sunan Ngudung dan
ibunya Bernama Syarifah. Jika diurutkan nasabnya, Sunan Kudus adalah keturunan ke-24
dari Nabi Muhammad Saw.
Sejak kecil Sunan Kudus dipanggil dengan nama Ja’far Shadiq. Ia mandalami agama
Islam melalui ayahnya sendiri, sejak kecil hingga menginjak masa remaja. Sejak kecil ia
memang bercita-cita untuk menjadi juru dakwah dan menyebarkan ajaran Islam. Selain
memperdalam ilmu agama Islam melalui ayahnya, ia juga belajar ilmu agama kepada Kiai
Telingsing dan Sunan Ampel. Kiai Telingsing adalah seorang ulama yang berasal dari
Tiongkok, yang dating ke tanah Jawa bersama dengan armada laut Laksamana Cheng
Hoo. Mereka datang dari daratan Tiongkok untuk menyebarkan Islam, juga untuk mengikat
tali persaudaraan dengan orang Jawa.
Sunan Kudus juga mempelajari ilmu kemasyarakatan, politik, budaya, seni dan
perdagangan. Semenjak Sunan Kudus belajar kepada Kiai Telingsing, ia menjadi lebih
tekun, disiplin dan tegas dalam mengambil keputusan. Ia pun menjadikan hasil belajarnya
sebagai bekal untuk mendakwahkan agama Islam. Salah satu keinginannya adalah
menyebarkan agama Islam di Tengah masyarakat yang masih menganut Hindu-Budha. Ia
berhadapan dengan masyarakat yang taat kepada kepercayaan lamanya dan sulit untuk
diubah. Namun berkat kesungguhan dan ketekunannya, ia dapat mengubah Masyarakat
yang beragama Hindu-Budha menjadi pemeluk agama Islam.
Meskipun ia bukanlah penduduk asli Kudus, namun ia mampu menjadi tokoh sentral di
Kudus karena jejak perjalanan hidup dan kemampuannya dalammenyebarkan agama
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SMA X GENAP 145

