Page 146 - 01_PAI_SMA_10 GENAP
P. 146

Bonang  yang  terkenal  piawai  dalam  melantunkan  syairsyair  dan  memainkan  gamelan.
               Sehingga lama kelamaan desa tersebut menjadi semakin banyak penduduk dan bangunan

               huniannya, dan selanjutnya nama desa itu pun berubah menjadi Banjaranyar.
                  Setelah dirasa masyarakat di Banjaranyar cukup mapan dengan nilainilai dan praktik
               ajaran Islam, ia pun melanjutkan perjalanan meninggalkan pesisir utara Jawa dan tiba di

               sebuah  desa  bernama  Drajat.  Di  desa  tersebut,  ia  melanjutkan  misi  dakwah  mengajak
               masyarakat Jawa yang saat itu masih memeluk keyakinan Hindu-Budha untuk memeluk

               agama Islam.
                  Berikutnya Sunan Drajat melanjutkan perjalanan dakwahnya menuju ke Lamongan yang
               saat  itu  masih  diperintah  oleh  Sultan  Demak.  Sunan  Drajat  memilih  tempat  di  lokasi

               pegunungan  karena  dianggap  aman  dari  banjir.  Bukit  tersebut  kemudian  diberi  nama
               Ndalem  Dhuwur,  yang  di  atasnya  kemudian  Sunan  Drajat  mendirikan  masjid  untuk

               melaksanakan  segala  ibadah  dan  dakwah  ajaran  Islam  kepada  murid-murid  dan
               masyarakatnya yang baru memeluk Islam.
                   Akhirnya  Sunan  Drajat  wafat  pada  abad  ke-16  M.  pada  tahun  1522  M.,  dan
               peninggalan-peninggalannya disimpan sebagai bukti sejarah perkembangan Islam di kota

               Gresik dan kota Lamongan Jawa Timur.
                   Adapun metode dakwah yang ditempuh oleh Sunan Drajat adalah dengan cara yang

                 bijak dan halus. Ia selalu mengajarkan kepada pengikutnya untuk tidak saling menyakiti,
                 karena sebagai sesama muslim sebaiknya harus hidup rukun dan damai jangan sampai
                 terpecah belah. Ia menghindari cara-cara paksaan dalam mengajarkan agama Islam. Ia

                 berdakwah  melalui  masjid  atau  musala,  yang  dilakukan  sekaligus  dengan  praktik
                 ibadahnya.

                     Ia  terkenal  dengan  nasihat-nasihatnya  tentang  kehidupan  yang  kemudian
                 disesuaikan dengan ajaran Islam. Sunan Drajat memperkenalkan Islam melalui konsep
                 dakwah  bil-hikmah,  dengan  cara-cara  yang  bijak  dan  tidak  memaksa.  Dalam

                 menyampaikan ajarannya ia menemput empat cara yaitu:
                 a.  Pengajian secara langsung di langar atau musola
                 b.  Penyelenggaraan pendidikan di pesantren

                 c.  Memberikan nasehat dan fatwa untuk penyelesaiam masalah
                 d.  Melalui  kesenian  tradisional  yaitu  melalui  tembang  pangkur  (pangudi  isine
                   Qur'an/mendalami makna Al-Qur’an) dengan iringan gending gemilang.

                   Adapun inti dari ajaran Sunan Drajat adalah Catur Piwulang (Empat Pengajaran) yaitu:





                                                                 PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SMA X GENAP             143
   141   142   143   144   145   146   147   148   149   150   151