Page 37 - 02_BIN_SMA_10_GANJIL_IKM
P. 37
Berupa sebuah pulau. Lengkap dengan ngarai, lembah, perbukitan dan pegunungan.
Tanahnya tampak subur. Pulau kecil yang makmur.
Datu Mabrur senang dan gembira. Impiannya tentang pulau yang akan menjadi
tempat tinggal bagi anak-cucu dan keturunannya, telah menjadi kenyataan.
Permohonannya telah dikabulkan. Dengan memanjatkan puji dan syukur kepada
Sang Pencipta, ia menamakannya Pulau Halimun.
Alkisah, Pulau Halimun kemudian disebut Pulau Laut. Sebab, ia timbul dari
dasar laut dan dikelilingi laut. Sebagai hikmahnya, kata sa-ijaan dan ikan todak
dijadikan slogan dan lambang Pemerintah Kabupaten Kotabaru.
Setelah menyimak Hikayat Sa-ijaan dan Ikan Todak jawablah pertanyaan berikut.
Kalian dapat meminta teman untuk membacakan hikayat tersebut sekali lagi agar
mendapatkan pemahaman yang lebih baik.
1. Berdasarkan penggalan cerita pada Hikayat Sa-ijaan dan Ikan Todak berikut, sifat
Datu Mabrur apakah yang hendak disampaikan penulis kepada pembaca?
Siang-malam ia bersamadi di batu karang, di antara percikan buih, debur ombak,
angin, gelombang dan badai topan.
2. Bagaimana perasaan Ikan Todak saat muncul ke permukaan dan memperkenalkan
dirinya kepada Datu mabrur?
3. Apakah kalian setuju dengan sikap Raja Ikan Todak yang menyerang Datu Mabrur?
□ Setuju
□ Tidak setuju
4. Tentukan apakah pernyataan berikut ini benar atau salah.
a. Datu Mabrur ingin memiliki pulau yang dapat ia tinggali dan kuasai
b. Datu Mabrur dapat mengatasi serangan Ikan Todak
c. Ikan Todak menyerang Datu Mabrur karena telah sengaja menyakiti
pasukannya
d. Sa-ijaan berarti saling membantu.
e. Proses munculnya daratan baru dari dasar laut terjadi sejak tengah malam
hingga pagi hari.
5. Bagaimana hubungan pesan moral yang disampaikan dengan kondisi masyarakat
pada saat ini?
BAHASA INDONESIA SMA X GANJIL 267

