Page 36 - 02_BIN_SMA_10_GANJIL_IKM
P. 36

“Jadi, itu rakyatmu?” Datu Mabrur menunjuk ribuan ikan yang mengepung karang.
                    “Ya, Datu. Tapi, sebelum menyerangmu tadi, kami telah bersepakat. Kalau aku kalah,
                    kami akan menyerah dan mematuhi apa pun perintahmu.”

                        “Datu, tolonglah aku. Obati luka-lukaku dan kembalikanlah aku ke laut. Kalau
                    terlalu lama di darat, aku bisa mati. Atas nama rakyatku, aku berjanji akan mengabdi
                    padamu,  bila  engkau  menolongku...”  Raja  Ikan  Todak  mengiba-iba.  Seolah  sulit
                    bernapas, insangnya membuka dan menutup.
                         “Baiklah,” Datu Mabrur berdiri. “Sebagai sesama makhluk ciptaan-Nya, aku
                         akan menolongmu.”


                           “Apa pun permintaanmu, kami akan memenuhinya. Datu ingin istana bawah
                       laut yang terbuat dari emas dan permata, dilayani ikan duyung dan gurita? Ingin
                       berkeliling dunia, bersama ikan paus dan lumba-lumba?”
                           “Tidak. Aku tak punya keinginan pribadi, tapi untuk masa depan anak-cucuku
                       nanti....” Lalu, Datu Mabrur menceritakan maksud pertapaannya selama ini.
                           “Akan kukerahkan rakyatku, seluruh penghuni lautan dan samudera. Sebelum
                       matahari terbit esok pagi, impianmu akan terwujud. Aku bersumpah!” jawab Raja
                       Ikan Todak.
                           Datu  Mabrur  tak  dapat  membayangkan,  bagaimana  Raja  Ikan  Todak  akan
                       memenuhi  sumpahnya  itu.  “Baiklah.  Tapi  kita  harus  membuat  perjanjian.  Sejak
                       sekarang kita harus sa-ijaan, seiring sejalan. Seia sekata, sampai ke anak-cucu kita.
                       Kita harus rakat mufakat, bantu membantu, bahu membahu. Setuju?”
                           “Setuju,  Datu...,”  sahut  Raja  Ikan  Todak  yang  tergolek  lemah.  Ia  sangat
                       membutuhkan air.
                           Mendengar  jawaban  itu,  Datu  Mabrur  tersenyum.  Dengan  hati-hati,
                       dilepaskannya tubuh Raja Ikan Todak dari jepitan karang, lalu diusapnya lembut.
                           Ajaib! Dalam sekejap, darah dan luka di  sekujur tubuh  Raja Ikan Todak itu
                       mengering! Kulitnya licin kembali seperti semula, seakan tak pernah luka. Ikan itu
                       menggerak-gerakkan sirip dan ekornya dengan gembira.
                           Dengan lembut dan penuh kasih sayang, Datu Mabrur mengangkat Raja Ikan
                       Todak itu dan mengembalikannya ke laut. Ribuan ikan yang tadi mengepung karang,
                       kini berenang mengerumuninya, melompat-lompat bersuka ria.
                           “Sa-ijaan!" seru Raja Ikan Todak sambil melompat di permukaan laut.
                           “Sa-ijaan!" sahutDatu Mabrur.
                           Sebelum  tengah  malam,  sebelum  batas  waktu  pertapaannya  berakhir,  Datu
                       Mabrur  dikejutkan  oleh  suara  gemuruh  yang  datang  dari  dasar  laut.  Gemuruh
                       perlahan,  tapi  pasti.  Gemuruh  suara  itu  terdengar  bersamaan  dengan  timbulnya
                       sebuah daratan, dari dasar laut! Kian lama, permukaan daratan itu kian tampak. Naik
                       dan terus naik! Lalu, seluruhnya timbul ke permukaan!
                           Di bawah permukaan air, ternyata jutaan ikan dari berbagai jenis mendorong dan
                       memunculkan daratan baru itu dari dasar laut. Sambil mendorong, mereka serempak
                       berteriak, “Sa-ijaan! Sa-ijaan! Sa-ijaaan...!”
                           Datu  Mabrur  tercengang  di  karang  pertapaannya.  Raja  Ikan  Todak  telah
                      memenuhi sumpahnya!
                           Bersamaan dengan terbitnya matahari pagi, daratan itu telah timbul sepenuhnya.


                  266          BAHASA INDONESIA SMA X GANJIL
   31   32   33   34   35   36   37   38   39   40   41