Page 33 - 02_BIN_SMA_10_GANJIL_IKM
P. 33

Kalian  juga  dapat  menggunakan  foto-foto  yang  gerakannya  disesuaikan  dengan
                      rencana naskah yang dibuat.

                  4.     Setelah yakin dengan sketsa yang sudah dibuat, kalian dapat menebal- kan dan
                  mewarnai sketsa itu hingga menjadi komik yang utuh.



                      E.  MENAMPILKAN LAWAKAN TUNGGAL SECARA SANTUN

                  Kali ini, kalian akan membuat naskah lawakan tunggal. Sebelum membuatnya,
                  pahamilah beberapa istilah yang terdapat dalam naskah lawakan tunggal berikut.



                  1.  Set up
                      Set up merupakan bagian tidak lucu yang berperan sebagai pengantar lelucon yang
                      disampaikan.  Bagian  ini  biasanya  berisi  informasi.  Pada  teks  anekdot,  set  up
                      berfungsi sama dengan krisis.
                      Contoh:
                      Anak saya itu memang jarang liburan.
                  2.  Punch
                      Punch  atau  punchline  merupakan  bagian  yang  mengandung  unsur  humor  dan
                      seharusnya mengundang tawa penonton. Pada bagian ini, komika menyajikan kejutan
                      atau reaksi terhadap set up yang diberikan. Punch disebut juga sebagai pembelok
                      pikiran  penonton  karena  berisi  sesuatu  yang  di  luar  kewajaran  atas  set  up  yang
                      diberikan. Pada teks anekdot, punch berfungsi sama dengan reaksi.
                      Contoh:
                      Saya bawa ke tempat kerja saja, menurut dia itu tamasya. Dari pagi sampai sore dia
                      anteng nyusun lego, pakai batu bata. Kalau orang lain nyusun lego, anak-anak, ya
                      jadi robot, anak saya jadi pos ronda.
                  3.  Bit
                      Sepasang kesatuan set up dan punch yang membahas satu subtema disebut dengan
                      bit. Sebuah naskah terdiri dari beberapa bit yang saling berkaitan. Bit merupakan
                      bagian kecil dari naskah lawakan tunggal.

                      Contoh:
                      Anak saya itu memang jarang liburan. Saya bawa ke tempat kerja saja, menurut dia
                      itu tamasya. Dari pagi sampai sore dia anteng nyusun lego, pakai batu bata. Kalau
                      orang lain nyusun lego, anak- anak, ya jadi robot, anak saya jadi pos ronda.
                  4.  Rule of three
                      Rule of three merupakan sebuah cara untuk mengundang tawa pe- nonton. Rule of
                      three  digunakan  melalui  penyampaian  tiga  hal  atau  contoh  sesuatu. Akan  tetapi,
                      contoh yang ketiga berupa hal lucu atau punch. Contoh ketiga berisi hal yang tidak
                      terduga, tetapi tetap masih berkaitan dengan contoh sebelumnya.
                      Contoh:

                      Dia bilang gini, “Bapak curang. Tidur di hotel, makan nasi kotak, tiap hari naik lift.”

                  Setelah memahami istilah-istilah atau bagian dalam sebuah naskah lawakan tunggal,


                                                              BAHASA INDONESIA SMA X GANJIL             263
   28   29   30   31   32   33   34   35   36   37   38