Page 163 - 01_PAI_SMA_10 GENAP
P. 163
dan kemampuannya untuk menekan dan menyakiti
orang lain, menebarkan semangat welas asih, cinta
damai dan rahmatan lil ‘alamin agar tercipta bangsa yang
rukun dan damai
H. Refleksi
Pernahkah kalian menyaksikan berita atau artikel seorang mubaligh, ulama, atau
penceramah pada saat menyampaikan dakwahnya, berisi subtansi atau konten yang
mengandung ujaran kebencian, ucapan-ucapan kasar, memaki-maki dan bahkan
menggunakan cara-cara kekerasan? Pernah jugakah kalian menyaksikan kelompok
masyarakat yang melakukan tindakan ekstrim, melakukan perusakan tempat ibadah
agama lain, melakukan persekusi terhadap jamaah atau anggota dari agama lain dan
kemudian mencuat menjadi isu SARA? Bagaimana pendapat kalian? Tuliskan jawaban
beserta argumen pendukung kalian dan presentasikan di kelas!
I RANGKUMAN
1. Wali Songo merupakan sekumpulan tokoh penyebar Islam pada perempat akhir abad
ke-15 hingga paruh kedua abad ke-16, yang merupakan tonggak terpenting dalam
sejarah penyebaran Islam di Jawa dan Nusantara.
2. Dalam mengembangkan ajaran Islam di bumi Nusantara para wali memulai dengan
beberapa langkah strategi yaitu (1) Tadrij (berharap) dan (2) ‘Adamul Haraj (tidak
menyakiti)
3) hampir semua Wali Songo terlibat dalam perkembangan peradapan Islam di
Nusantara. Mereka memanfaatkan pesantren, kesenian wayang dan juga petunjukan-
pertunjukan tradisional lainnya sebagai media dakwa dengan.
4) Wali Songo berarti Wali Sembilan yakni sembilan orang yang dicintai Allah Swt.
Sembilan wali tersebut dipandang sebagai ketua kelompok dan sejumlah besar
mubaligh Islam yang bertugas mengadakan dakwa Islam di daerah-daerah yang belum
memeluk Islam di daerah pulau Jawa.
5) Adapun Sembilan orang wali yang diyakini masyarakat sebagai Wali Songoadalah
sebagai berikut:
1. Sunan Gresik
2. Sunan Ampel
3. Sunan Bonang
4. Sunan Drajat
5. Sunan Kalijaga
160 PENDIDIKANAGAMA ISLAM SMA X GENAP

