Page 30 - 02_BIN_SMA_10_GANJIL_IKM
P. 30
a. Ironi
Ironi adalah gaya bahasa yang melukiskan suatu maksud dengan mengatakan
kebalikan dari keadaan yang sebenarnya dengan maksud menyindir.
Contoh:
Harga kedelai murah sekali sampai pabrik tahu dan tempe tutup karenanya.
b. Sinisme
Sinisme adalah gaya bahasa berupa ejekan atau sindiran meng- gunakan kata-
kata kasar yang disampaikan secara langsung dengan setulus hati.
Contoh:
Untuk apa punya banyak uang jika makan saja harus diatur timbangannya. Biar
sewa, yang penting keren.
c. Sarkasme
Majas sarkasme merupakan gaya sindiran yang paling keras di antara tiga majas
sindiran yang ada. Majas ini secara terang-terangan menyinggung, menyindir,
atau menyerang seseorang atau sesuatu secara langsung, bahkan menggunakan
kata-kata yang kasar.
Contoh:
Sudah tahu tidak punya uang, masih saja ingin pergi liburan. Jangan mimpi!
Dari ketiga majas sindiran di atas, majas ironi dan sinisme lebih diterima untuk
digunakan dalam teks anekdot. Hal tersebut terjadi karena kritik sosial yang
disampaikan dalam teks anekdot bersifat santun.
Perhatikanlah dialog berikut ini, lalu berilah tanggapanmu terhadap pertanyaan
yang diberikan!
Korupsi Kecil
Orlin Ah, bosan sekali melihat berita isinya korupsi setiap
hari. Mau jadi apa negeri ini?
Andreas Memang siapa saja yang korupsi?
Orlin Siapa lagi kalau bukan para pejabat kaya. Sudah
punya banyak uang, tetap saja korupsi. Dasar serakah!
Andreas Memangnya kamu tidak pernah korupsi?
Orlin Tak mungkinlah saya korupsi. Mana bisa orang
miskin seperti saya korupsi? Yang ada, saya
dikorupsi.
Andreas Apa kau yakin? Korupsi kecil saja tidak pernah?
Orlin Mana ada korupsi kecil? Mau besar atau kecil ya tetap
saja korupsi.
Andreas Apa kau lupa? Kemarin di kantin kulihat kau makan
empat kue, tapi hanya bayar untuk tiga kue.
Orlin Ah, kecil saja itu, cuma lima ratus rupiah.
Andreas Katanya tidak ada korupsi kecil.
Orlin Ah, bisa saja kau ini.
260 BAHASA INDONESIA SMA X GANJIL

