Page 26 - 02_BIN_SMA_10_GANJIL_IKM
P. 26

salah satunya rumah miring. Rumah miring, ini kalau mandor saya tahu, dibongkar
                     ini. Saya aja masang bata miring dimarahin. Ini orang dengan sadar tanpa pengaruh
                     alkohol  ngebangun  rumah  miring.  Ini  anak  proyek  mana  yang  bikin?  Bikin  malu
                     komunitas.
                         Saya Didi. Terima kasih.

                  Suatu anekdot dibentuk oleh orientasi, komplikasi, dan evaluasi.
                      1.  Orientasi adalah bagian anekdot yang berisi pengenalan kondisi atau karakter
                         tokoh, penggambaran hal-hal terkait dengan apa, kapan, di mana, siapa,
                         mengapa, bagaimana, dan gambaran tentang masalah yang akan dihadapi tokoh.
                      Contoh:
                      Perkenalkan, saya Didi. Di sini ada kuli bangunan? Wah, berarti saya satu-satunya ya
                      di  sini. Ngomong-ngomong  soal  liburan,  buat  kebanyakan orang, liburan itu obat
                      stres, tapi buat saya malah bikin stres.  Datang liburan orang-orang sibuk nyiapin
                      rencana mau liburan ke mana. Saya malah sibuk nyari alasan.
                      2.  Komplikasi  berisi  masalah  yang  dihadapi  tokoh.  Pada  bagian  ini,  penulis
                         menyampaikan puncak cerita yang mengundang tawa sekaligus kritikan terhadap
                         topik yang diangkat. Bagian ini disebut juga dengan krisis dan reaksi. Krisis atau
                         komplikasi  merupakan  bagian  yang  berisi  kekonyolan  yang  menggelitik  dan
                         mengundang  tawa.  Tanggapan  atau  respons  atas  krisis  yang  dinyatakan
                         sebelumnya  disebut  sebagai  reaksi.  Reaksi  dapat  berupa  sikap  mencela  atau
                         menertawakan.
                      Contoh:
                      Anak saya minta liburan, “Pak, ingin ke Dufan.”
                      “Nak, Jakarta banjir.”
                      “Ya udah Pak, ke Tangkuban Perahu.”
                      “Nak, perahunya bocor.”
                      “Ah bilang aja, Bapak gak punya uang.”
                      “Cerdas!”
                      3.  Evaluasi  berisi  komentar  terhadap  isi  atau  pesan  dari  fenomena  yang  telah
                         diceritakan.  Bagian  ini  disebut  juga  sebagai  koda.  Namun,  bagian  ini  bersifat
                         pilihan; dapat ada ataupun tidak ada.
                      Contoh:
                      Anak saya itu memang jarang liburan.

                         Simaklah teks anekdot berikut, dan identifikasilah struktur teksnya !

                                              Perundungan Tanda Sayang

                         Pada saat jam istirahat, dua siswi SMA sedang asyik mengobrol di kantin.
                            Ani        : Mar, aku itu paling malas kalau ada acara keluarga.
                            Maria      : Loh, bukannya senang dapat ketemu banyak saudara?
                                          Lagi pula kan, banyak makanan.
                            Ani        : Ih, makanan terus. Aku itu malas ketemu mereka.

                            Maria        : Kok, bisa?

                            Ani        : Soalnya, pasti ibuku akan membanding-bandingkanku
                                          dengan saudara. Terus, bibi-bibi atau om-omku akan
                                          komentar macam-macam. Emangnya aku barang
                                          dagangan apa, dibanding-bandingkan dan
                                          dikomentari?
                  256          BAHASA INDONESIA SMA X GANJIL
   21   22   23   24   25   26   27   28   29   30   31