Page 27 - 02_BIN_SMA_10_GANJIL_IKM
P. 27

Maria      : Itu artinya mereka perhatian, sayang sama kamu.
                            Ani        : Sayang apanya? Kalau sayang itu didukung bukan
                                          dijatuhin.
                            Maria      : Bener juga sih. Ya udah ah, nanti kamu jangan main
                                          ke rumahku lagi ya?
                            Ani        : Loh,kenapa?
                            Maria      : Soalnya, ibuku suka banding-bandingin aku sama
                                          kamu. Sebel tahu!



                      A.  Menilai Akurasi Kritik Sosial yang Disampaikan



                         Sebagai teks yang berisi fenomena sosial yang benar-benar terjadi di masyarakat,
                         anekdot tidak dapat lepas dari keakuratan sumber informasi atau fenomena yang
                         diangkat.  Kalian  harus  memiliki  sumber  informasi  yang  memadai  agar  dapat
                         menentukan apakah informasi yang disampaikan berupa fakta, opini, atau asumsi.
                         Dengan membandingkan beberapa informasi yang kalian dapatkan, kalian dapat
                         memperoleh  informasi  yang  lebih  akurat  dan  bertanggung  jawab  saat
                         menyampaikan kritik.Salah satu jenis sumber bacaan yang dapat digunakan dalam
                         meyampaikan kritik sosial adalah berita. Berita merupakan salah satu jenis teks
                         eksposisi.
                         Bandingkanlah  informasi  pada  komik  “Ponsel  Mencandu”  dengan  dua  berita
                         berikut. Perhatikan dengan saksama apakah terdapat perbedaaan informasi yang
                         disampaikan dari sumber tersebut dengan informasi pada komik.



                    Pasien Lupa Orang Tua karena Kecanduan Ponsel
                    Kamis, 17 Okt 2019
                    Selain di Bandung Barat, Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) dr. Arif Zainudin Surakarta
                    juga menerima pasien kecanduan ponsel. Tahun ini, jumlah pasien tersebut semakin
                    meningkat.  Kepala  Instalasi  Kesehatan  Jiwa Anak  Remaja  RSJD  dr. Arif  Zainudin
                    Surakarta, Aliyah Himawati, mengatakan fenomena tersebut sudah terjadi sejak tiga
                    tahun lalu.
                    Namun belakangan, fenomena tersebut memang makin marak.
                        “Tiga tahun lalu ada tapi sedikit. Sejak tahun ajaran baru ini ada sekitar 35 anak
                    remaja. Sehari ada 1-2 anak yang berobat,” kata Aliyah, Kamis (17/10/2019).

                        Kondisi  gangguan  kejiwaan  mereka  berbeda-beda.  Pasien  dengan  kondisi  yang
                    sangat parah bahkan tidak mengakui dan menganiaya orang tuanya.
                        “Orang  tuanya  tidak  dianggap.  Dia  bilang  kalau  dia  itu  turun  dari  langit.  Isi
                    pikirannya itu yang ada di gim itu, bahasanya bahasa di gim itu,” ujarnya.
                        Kebanyakan pasien tersebut  kecanduan gim ekstrem.  Mereka tidak mau makan
                    hingga tak mau sekolah. Kalaupun sekolah, mereka ingin segera pulang untuk bermain
                    gim.
                        “Ada yang niat ke sekolah itu untuk main gim. Karena di sekolah ada wifi gratis.

                                                              BAHASA INDONESIA SMA X GANJIL             257
   22   23   24   25   26   27   28   29   30   31   32