Page 25 - 02_BIN_SMA_10_GANJIL_IKM
P. 25
BAB 2 MENGUNGKPAKAN KRITIK LEWAT SENYUMAN
A. MENGIDENTIFIKASI PESAN PADA TEKS MONOLOG YANG
MENGANDUNG KRITIK SOSIAL
Liburan Kuli Bangunan
Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan, saya Didi. Di sini ada
kuli bangunan? Wah, berarti saya satu-satunya ya di sini. Ngomong-ngomong soal
liburan, buat kebanyakan orang, liburan itu obat stres, tapi buat saya malah bikin stres.
Datang liburan orangorang sibuk nyiapin rencana mau liburan ke mana. Saya malah
sibuk nyari alasan.
Anak saya minta liburan, “Pak, ingin ke Dufan.”
“Nak, Jakarta banjir.”
“Ya udah Pak, ke Tangkuban Perahu.”
“Nak, perahunya bocor.”
“Ah bilang aja, Bapak gak punya uang.”
“Cerdas!”
Anak saya itu memang jarang liburan. Saya bawa ke tempat kerja saja, menurut dia
itu tamasya. Dari pagi sampai sore, dia anteng nyusun lego, pakai batu bata. Kalau
orang lain nyusun lego, anak- anak, ya jadi robot, anak saya jadi pos ronda.
Pulang ke rumah ditanya sama istri saya, “Gimana Nak, seru main sama Bapak?”
“Mantap, Mah! Pokoknyaudah gede aku mau jadi kuli bangunan.” “Hey, masa
perempuan jadi kuli banguan..”
“Gak apa-apa, Mah, emansipasi!”
Ya, anak saya itu memang jarang liburan, jadi dia itu norak. Kemarin saja saya
bawa ajak mandi bola, dia bawa handuk.
Istri saya langsung ngomong, “Nak, mandi bola gak usah bawa handuk, Kan udah
disediain.”
Tapi bukan cuma anak saya, saya juga jarang liburan. Satu-satunya liburan saya
ya di acara ini. Buat saya kompetisi ini liburan. Gimana enggak coba? Saya dapat pergi
ke Jakarta, tidur di hotel, kasurnya empuk, kalau saya tidur langsung terbayang hal
indah. Gak kaya di rumah. Saya ketika tidur langsung terbayang cicilan. Tapi, gara-
gara itu saya sering diprotes sama anak saya.
Dia bilang gini, “Bapak curang. Tidur di hotel, makan nasi kotak, tiap hari naik
lift.”
“Nak, kan Bapak di sana kerja.”
“Apa Pak? Kerja? Preet! Katanya Jakarta banjir.”
“Nak, iya banjir, makanya Bapak ke Jakarta naik tongkang.”
Anak saya itu sering protes karena dia itu ingin banget ke Jakarta, ingin tahu
Dufan. Kalau orang lain, anak yang lain, ingin tahu Dufan dibawa ke Dufan. Anak
saya ingin tahu Dufan dibawa ke warnet.
“Tuh Nak, Dufan, Dufan itu.”
Tapi saya jadi tahu walaupun dari warnet, ternyata banyak wahana di Dufan itu,
BAHASA INDONESIA SMA X GANJIL 255

