Page 21 - 02_BIN_SMA_10_GANJIL_IKM
P. 21

Mereka  juga  menganggap  lebah  madu  sebagai  putri  raja  atauFeotany  (Maemunah
                     2015:70)

                  Informasi 1

                     Semut rangrang bukan sembarang semut. Mereka unik dan berbeda dari jenis semut
                     lainnya. Manusia telah menggunakan jasa mereka dalam perkebunan berabad-abad
                     yang lalu. Tercatat, sekitar tahun 300 Masehi di Canton (China), semut ini digunakan
                     untuk mengusir hama pada tanaman jeruk. Orang mengambil sarang-sarang semut ini
                     dari hutan, memperjualbelikannya, lalu meletakkannya di pohon- pohon jeruk jenis
                     unggul. Teknik yang sama tetap dilakukan sampai abad ke-12, dan masih diterapkan
                     di selatan China sampai saat ini.
                     Sumber infomasi:
                     Mengenal Serangga di Sekitar Kita karya S. Djoewari yang diterbitkan oleh Alprin
                     pada tahun 2020. Informasi tersebut terdapat pada halaman 58.

                  Informasi 2
                     Pengetahuan rendah yang dimiliki oleh petani apel tentang penggunaan pestisida yang
                     dilakukan  secara  intensif  memberikan  peluang  mereka  untuk  bertindak  atau
                     berperilaku  tidak  baik  terhadap  lingkungannya.  Kurangnya  pengetahuan  mereka
                     tentang  serangga  polinator  yang  berfungsi  membantu  penyerbukan,  menyebabkan
                     banyak serangga yang disemprot dengan pestisida. Kurangnya pengetahuan petani
                     apel  tentang  manfaat  tumbuhan  penutup  tanah  tertentu  yang  merupakan  habitat
                     serangga polinator, membuat mereka menyiangi semua tumbuhan penutup tanah dan
                     menjadikannya makanan ternak.
                     Sumber informasi:
                     Buku  Serangga  Polinator  karya  Budi  Purwantiningsih  yang  diterbitkan  oleh
                     Universitas  Brawijaya  Press  pada  tahun  2014.  Informasi  tersebut  terdapat  pada
                     Halaman 101 s.d. 102
                     .

                         D.  MENULIS LAPORAN HASIL OBSERVASI SECARA OBYEKTIF

                  Sekarang,  saatnya  kalian  menulis  laporan  hasil  observasi.  Namun,  sebelum  itu  tentu
                  kalian harus melakukan observasi. Agar kegiatan observasi berjalan lancar, perhatikanlah
                  panduan berikut.
                  1.  Tentukan objek apa yang akan kalian observasi. Objek tersebut harus menarik dan
                      dikuasai.  Memilih  objek  yang  ada  di  sekitar  kalian  dapat  membantu  dalam
                      pengamatan.
                  2.  Tentukan hal apa saja yang akan kalian amati dari objek tersebut sebagai panduan
                      pengamatan.  Kalian  dapat  melihat  contoh  perincian  tersebut  pada  saat
                      mengidentifikasi struktur laporan hasil observasi Belalang Anggrek dan Tonggeret.
                  3.  Lakukanlah observasi dengan menggunakan panduan pengamatan yang telah dibuat.
                      Carilah informasi seakurat mungkin. Jika perlu dan memungkinkan, ambillah gambar
                      objek  observasi  kalian  atau  bawa  beberapa  sampel  objek  tersebut.  Jika  memiliki
                      kamera  atau  alat  perekam  video,  kalian  juga  dapat  mendokumentasikan  kegiatan
                      observasi dalam bentuk foto dan atau video.
                  4.  Susunlah  kerangka  laporan  sesuai  dengan  sistematika  umum  sebuah  teks  laporan
                      observasi, yaitu definisi umum, deskripsi per bagian, dan deskripsi manfaat


                                                              BAHASA INDONESIA SMA X GANJIL             251
   16   17   18   19   20   21   22   23   24   25   26