Page 22 - 02_BIN_SMA_10_GANJIL_IKM
P. 22
5. Kembangkanlah kerangka yang telah disusun menjadi suatu teks yang padu. Pada
tahap ini, kalian harus memperhatikan kaidah-kaidah kebahasaan yang menjadi
karakteristik laporan hasil observasi yang telah dipelajari pada bagian sebelumnya.
6. Periksa kembali laporan kalian. Kalian dapat menggunakan instrumen berikut untuk
memeriksa apakah laporan hasil penelitiannya sudah tepat atau belum
E. MENYAJIKAN TEKS LAPORAN OBSERVASI DALAM BENTUK
BUKU
Membuat Buku Tempel (Scrapbook)
Agar laporan hasil observasi lebih menarik untuk dibaca, kalian dapat membuatnya
dalam bentuk buku tempel atau scrapbook. Buku tempel merupakan seni kerajinan
menata atau menempel beragam gambar, foto, dan tulisan di atas lembaran-lembaran
kertas secara menarik. Selain membuat laporan kalian lebih menarik untuk dibaca,
penyajian dalam bentuk buku tempel juga akan membuat laporan kalian menjadi
semacam memorabilia atau sesuatu yang patut dikenang.
Untuk membuat buku tempel ini yang kalian butuhkan adalah buku tulis atau buku
gambar sebagai media dasar. Kalian juga dapat membuatnya dari kertas karton atau
kardus. Tempelkanlah foto- foto hasil observasimu di media dasar tadi dan beri
keterangan secukupnya. Kalian juga dapat menempel benda-benda asli yang
ditemukan saat observasi, seperti tiket, daun, bunga, atau benda- benda lain yang
berkaitan dengan objek observasi kalian.
Kalian dapat mempublikasikan buku tempel yang telah kalian buat dengan
mengirimkannya kepada penerbit. Kalian juga dapat mempublikasikannya secara
digital di media sosial kalian atau blog dan situs sekolah. Selain itu, kalian dapat juga
mengunggah cara pembuatan buku tempel kalian dalam bentuk video di berbagai
kanal digital
F. MEMPRESENTASIKAN LAPORAN HASIL OBSERVASI
Salah satu hal yang penting saat melakukan presentasi adalah mengatur intonasi.
Penggunaan intonasi yang tepat akan membuat presentasi kalian menjadi lebih menarik.
Intonasi adalah lagu kalimat atau tinggi rendahnya suatu nada pada kalimat yang
memberikan penekanan dalam kata-kata tertentu pada suatu kalimat. Intonasi berbicara
ketika presentasi penting untuk diperhatikan. Jelas tidaknya kalimat yang diucapkan
sangat berpengaruh kepada audiensi dalam pemahaman pesan yang mereka terima.
Cara mengatur intonasi saat presentasi
1. Gunakan suara lantang untuk menegaskan suatu hal yang penting dan harus diingat
oleh audiensi.
2. Gunakan tempo berbicara yang lambat untuk menyampaikan sebuah poin penting
pada presentasi. Sebaliknya, gunakan tempo berbicara yang cepat untuk
menyampaikan suatu hal yang memang bukan hal penting, seperti cerita atau hanya
sekadar basa-basi kepada audiensi.
3. Tinggikan suara kalian ketika menyapa audiensi pada awal presentasi.
Sebaliknya, rendahkan suaramu saat menjelaskan isi presentasi, Namun, kalian harus
252 BAHASA INDONESIA SMA X GANJIL

