Page 14 - 02_PKN_SMA_10_GANJIL_IKM
P. 14
Rechtshoogeschool te Batavia (Sekolah Tinggi Hukum di
Jakarta yang kelak menjadi Fakultas Hukum Universitas
Indonesia. Ia berhasil memperoleh gelar Meester in de
Rechten (Sarjana Hukum) pada 1932.
Yamin adalah seorang penulis dan aktivis. Ia melahirkan
banyak karya. Ia juga aktif Jong Sumatranen Bond. Pada
tahun 1942, ia menjadi anggota Partindo. Setelah Partindo
bubar, ia menjadi anggota Volksraad Gerindo. Pada saat
Gambar 1.2 Mohammad Yamin
pendudukan Jepang, Yamin bertugas pada Pusat Tenaga Sumber: Gunung Agung/Pekan
Buku Indonesia 1954
Rakyat (PUTERA). Pada tahun 1945, ia terpilih menjadi
anggota BPUPK.
Setelah Indonesia merdeka, ia pernah menjadi Anggota DPR RI, Menteri Kehakiman
(1951-1952), Menteri Pengajaran, Pendidikan, dan Kebudayaan (1953-1955), Menteri
Urusan Sosial dan Budaya (1959-1960), Ketua Dewan Perancang Nasional, Ketua
Dewan Pengawas IKBN Antara (1961-1962), Menteri Penerangan (1962-1963)
Akan tetapi, notulen sidang tanggal 29 Mei 1945 dari Koleksi Pringgodigdo memiliki versi
yang berbeda. Naskah ini memuat pidato Mohammad Yamin sebagai berikut:
Selain itu, Mohammad Yamin disebutkan membuat konsep tertulis tentang Indonesia
merdeka, yang isinya berbeda dengan isi pidatonya. Dalam konsep tertulisnya,
Mohammad Yamin menuliskan lima poin bagi Indonesia merdeka, yaitu:
a. Ketuhanan Yang Maha Esa;
b. Kebangsaan persatuan Indonesia;
c. Rasa kemanusiaan yang adil dan beradab;
d. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/
perwakilan
e. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
2). Soepomo
“Maka teranglah Tuan-tuan yang terhormat, bahwa jika kita hendak mendirikan
negara Indonesia yang sesuai dengan keistimewaan sifat corak masyarakat
Indonesia, maka negara kita harus berdasar atas aliran pikiran (staatsidee) negara
yang integralistik, negara yang bersatu dengan seluruh rakyatnya, yang mengatasi
seluruh golongan-golongannya dalam lapangan apa pun.”
Demikian salah satu cuplikan pidato Soepomo dalam sidang pertama BPUPK pada
31 Mei 1945. Ia merupakan tokoh penting dalam merumuskan dasar negara. Pada 31
Mei 1945, Soepomo juga menyampaikan pidato di BPUPK. Soepomo berbicara
PKN SD 4 GANJIL 143

