Page 10 - 02_PKN_SMA_10_GANJIL_IKM
P. 10

Aktivitas Belajar Mengisi KWL
                          Saya Tahu ... diisi di   Saya Ingin Tahu ... diisi  Saya Telah Ketahui ...

                           awal pembelajaran      di awal pembelajaran         diisi di akhir
                                                                               pembelajaran








                      Setelah mengisi tabel KWL, mari kita baca artikel berikut untuk mengetahui
                      bagaimana pemikiran para pendiri bangsa tentang Indonesia Merdeka.

                                    Ide-Ide Pendiri Bangsa tentang Negara Merdeka
                     Perjuangan bangsa Indonesia untuk keluar dari penjajahan melewati fase panjang.
                  Dalam catatan sejarah disebutkan bahwa kekalahan Belanda atas Jepang dalam perang

                  Asia  Timur  Raya  menyebabkan  bangsa  Indonesia  terlepas  dari  penjajahan  Belanda
                  menuju  ke  penjajahan  Jepang.  Jepang  dapat  menguasai  wilayah  Indonesia  setelah

                  Belanda  menyerah  di  Kalijati,  Subang,  Jawa  Barat  pada  8  Maret  1942.  Jepang
                  menggunakan sejumlah semboyan, seperti “Jepang Pelindung Asia”, “Jepang Cahaya
                  Asia”,  “Jepang  Saudara  Tua”,  untuk  menarik  simpati  bangsa  Indonesia.  Namun,

                  kemenangan  Jepang  ini  tidak  bertahan  lama,  karena  pihak  Sekutu  (Inggris, Amerika
                  Serikat,  dan  Belanda)  melakukan  serangan  balasan  kepada  Jepang  untuk  merebut
                  kembali  Indonesia.  Sekutu  berhasil  menguasai  sejumlah  daerah.  Mencermati  situasi

                  yang semakin terdesak tersebut, pada peringatan Pembangunan Djawa Baroe pada 1
                  Maret 1945, Jepang mengumumkan rencananya untuk membentuk Dokuritsu Zyunbi
                  Tyoosakai (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan/BPUPK).

                     Jepang pun mewujudkan janjinya dengan membentuk Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai
                  (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan/BPUPK) pada 29 April 1945

                  bersamaan dengan hari ulang tahun Kaisar Hirohito, atas izin Panglima Letnan Jenderal
                  Kumakichi Harada. Di dalam BPUPK, terdapat dua badan; 1) Badan Perundingan atau
                  Badan Persidangan, 2) Kantor Tata Usaha atau sekretariat. Badan Perundingan diisi

                  oleh seorang kaico (ketua), dua orang fuku kaico (ketua muda atau wakil ketua) dan 62
                  orang  iin  atau  anggota.  Termasuk  juga  dalam  BPUPK  ini  adalah  7  orang  Jepang
                  berstatus sebagai pengurus istimewa yang bertugas mengawasi.

                     BPUPK  sendiri  diketuai  oleh  KRT  Radjiman  Wedyodiningrat  dengan  Wakil  Ketua
                  Ichibangase Yosio dan Raden Pandji Soeroso. BPUPK ini melaksanakan 2 kali sidang;
                  1) 29 Mei-1 Juni 1945 membahas tentang Dasar Negara, 2) 10-17 Juli 1945 membahas

                  tentang Rancangan Undang-Undang Dasar.


                                                                         PKN SD 4 GANJIL             139
   5   6   7   8   9   10   11   12   13   14   15