Page 87 - 01_PAI_SMA_10 GENAP
P. 87
anggotanya, akan hidup dengan tenteram dan nyaman. Mereka tidak akan takut
kekurangan materi duniawi, karena segala sesuatu dianggap sebagai sebuah
kenikmatan sementara yang bisa mengurangi kadar keberanian dalam mendahulukan
perintah Allah Swt.
Sebuah keluarga, mungkin hidup dengan penuh kesederhanaan bahkan mungkin
kekurangan jika dibandingkan dengan keluarga lain yang lebih berkecukupan. Namun
energi syaja’ah yang mereka miliki akan membuat mereka tetap berani berjuang, bekerja
keras berikhtiar, tawakkal kepada Allah Swt. dan qanaah terhadap segala sesuatu yang
mereka terima.
Sebaliknya, tidak sedikit orang yang hidup berkecukupan, bahkan berlimpah materi,
namun mereka takut jatuh miskin, takut hidup sengsara, tidak siap hidup menderita dan
lain sebagainya, sehingga menghalalkan segala cara yang tidak dibenarkan agama,
untuk karena mereka tidak takut terhadap murka Allah Swt.
c) Manfaat bagi agama, negara dan bangsa Bangsa yang besar akan terwujud jika
masyarakatnya terbiasa dan memiliki budaya berani (syaja’ah) dalam setiap
langkahnya. Lihatlah bagaimana Rasulullah Saw. memimpin Madinah sebagai kepala
negara dan pemimpin agama Islam sekaligus, hingga Islam berkembang dan mencapai
kejayaan. Karena dilandasi dengan sifat keberanian yang berdasarkan berlandaskan
pada norma dan syariat agama sehingga masyarakatnya merasa aman, nyaman,
tenteram, toleran dan dalam kemakmuran, meskipun hidup dalam keberagaman.
Demikian juga, seandainya seluruh rakyat Indonesia terutama masyarakat muslim
memiliki sifat syaja’ah, maka negara kita akan menjadi negara yang kuat, maju dan
terhindar dari tindakan-tindakan yang melanggar hukum dan norma agama seperti
korupsi, peredaran narkoba, terorisme dan tindakantindakan kriminal lainnya karena
seluruh masyarakat dan aparat penegak hukum berani dan kompak dalam ber-amar
ma’ruf nahiy munkar sesuai dengan kapasitas dan kewenangan masing-masing.
84 PENDIDIKANAGAMA ISLAM SMA X GENAP

