Page 84 - 01_PAI_SMA_10 GENAP
P. 84
rakyatnya, maka ia termasuk golongan pemimpin yang berhasil mengendalikan hawa
nafsunya.
f. Berani mengakui kesalahan
Mengakui kesalahan bukanlah persoalan yang mudah. Dibutuhkan keberanian tersendiri
agar memiliki jiwa yang besar dan hati yang lapang untuk mengakui kesalahan. Tidak
sedikit orang yang memilih untuk mengelak dan mengingkari kesalahan dan justru
menimpakan kesalahan tersebut kepada orang lain. Contoh dalam kehidupan, tidak ada
seorang pun yang tidak pernah berbuat kesalahan, karena manusia adalah tempatnya
salah dan lupa. Sehingga berbuat kesalahan merupakan sesuatu yang manusiawi, dan
meminta maaf merupakan sebuah amalan yang mulia karena tidak semua orang
sanggup melakukannya. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw.
g. Berani objektif menilai diri sendiri
Setiap muslim harus mampu melakukan muhasabah dan introspeksi ke dalam dirinya
masing-masing untuk melihat kekurangan dan kelebihan diri sendiri sebelum melihat
dan menilai orang lain. Berani bersikap objektif berarti berani jujur terhadap dirinya
sendiri. Orang yang mampu bersikap objektif akan mampu mengenali potensi,
memahami kekurangan dan kelebihannya sendiri, mampu mengambil keputusan dan
solusi atas setiap persoalan dengan mengukur kemampuannya sendiri serta mampu
menentukan strategi agar sukses dalam kehidupan dunia maupun kehidupan akhirat.
Al-Suyuthi dalam kitab Lathaif al Minan yang mengutip pernyataan dari Syaikh Tajudin
Ibnu ‘Athaillah menyampaikan bahwa “orang yang mengenali dirinya dengan segala
kehinaan, kemiskinan dan kelemahannya, maka ia akan mengenal Allah Swt. dengan
segala kemuliaan, kekuasaan dan kekayaan-Nya. Maka mengenali diri sendiri adalah
hal yang pertama kali harus dilakukan, sebelum ia mengenali Tuhannya”
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SMA X GENAP 81

