Page 85 - 01_PAI_SMA_10 GENAP
P. 85

3.  Faktor Pembentuk Sikap Berani Membela Kebenaran dalam Kehidupan
                      Syaja’ah atau berani membela kebenaran dan keadilan, merupakan jalan menuju

                  kemenangan  dalam  keimanan.  Tidak  boleh  ada  kata  takut  dan  gentar  bagi  seorang
                  muslim, karena keimanan akan menuntun mereka pada keberanian dan tidak gentar
                  menghadapi apa pun. Dan  untuk menumbuhkan serta membiasakan karakter berani

                  membela  kebenaran  harus  dimulai  dari  diri  sendiri  dengan  pola  pembiasaan  yang
                  dilakukan secara terus-menerus dan berkelanjutan.

                      Berikut ini merupakan faktor pembentuk sikap syaja’ah pada diri seorang muslim
                  yaitu:
              1) Takut kepada Allah Swt. Keyakinan

                  seseorang, bahwa setiap yang dilakukannya adalah dalam rangka menjalankan perintah
                  Allah Swt. niscaya tidak akan pernah muncul rasa takut terhadap apa pun, kecuali hanya

                  takut kepada Allah Swt.

              2) Mencintai kehidupan akhirat
                  Dunia  bukanlah  tujuan  akhir  dari  seorang  mukmin,  melainkan  sebuah  wasilah  dan

                  jembatan antara menuju kehidupan akhirat. Sehingga tidak ada ketakutan bagi seorang
                  muslim  untuk  kehilangan  kehidupan  dunia,  asalkan  ia  tidak  kehilangan kebahagiaan

                  hidup di akhirat.
              3) Tidak takut menghadapi
                  kematian  Kematian  adalah  sebuah keniscayaan,  karena  semua  makhluk hidup pasti

                  akan  mati.  Jika  ajal  sudah  datang,  maka  tidak  ada  kekuatan  apa  pun  yang  mampu
                  menghalanginya. Sehingga seorang muslim harus terus dilatih untuk berani menghadapi

                  kematian kapan pun datangnya.
              4) Tidak ragu-ragu dengan kebenaran
              Seorang muslim yang memiliki keyakinan terhadap kebenaran dan keadilan, akan siap sedia

                  menghadapi risiko apa pun yang mungkin timbul. Oleh karena itu, dianjurkan kepada
                  setiap muslim untuk menghindari keragu-raguan dengan senantiasa berpedoman pada
                  petunjuk,  ajaran  dan  norma-norma  agama  sebelum  mengambil  keputusan  dalam

                  kehidupan.
              5) Tidak materialistis
                  Dalam berjuang, ketersediaan materi memang mutlak diperlukan, namun bukan berarti

                  segala-galanya  harus  dikalkulasi  secara  materil.  Seorang  mukmin  harus  memiliki
                  keyakinan bahwa Allah Swt. Maha Mencukupkan rejeki, bahkan dari sumber yang tidak



                 82              PENDIDIKANAGAMA ISLAM SMA X GENAP
   80   81   82   83   84   85   86   87   88   89   90