Page 21 - 02_PKN_7_SMP_GANJIL_IKM
P. 21
kebudayaan yang mengakar pada masyarakat Indonesia. Pada tanggal 1
Juni 1945 itu, semua peserta sidang BPUPK sepakat dengan nama
Pancasila. Maka tanggal itu kemudian dijadikan sebagai Hari Lahir
Pancasila. Mengenai butir-butir isi Pancasila, BPUPK memutuskan untuk
dirumuskan kembali.
C. Perumusan Pancasila
BPUPK sudah sepakat bahwa Pancasila adalah nama dasar negara
Indonesia yang akan didirikan. Sesuai namanya, isi Pancasila adalah lima hal yang
masih akan dirumuskan kembali.
Tentang angka lima tersebut, Soekarno menyebut bahwa, “Saya senang
kepada simbolik, terutama simbolik berupa angka.” Disebutkannya bahwa
jumlah jari ada lima, panca indera lima, serta bagi umat Islam jumlah Rukun
Islam juga lima. Seorang peserta sidang BPUPK pun berseru bahwa Satria
Wayang Pandawa juga berjumlah lima.
Sembilan orang pun ditunjuk untuk merumuskan kata-kata yang menjadi isi
Pancasila. Mereka adalah Soekarno, Mohammad Hatta, Mohammad Yamin,
Ahmad Subarjo, AA Maramis, Abdulkahar Muzakir, Agus Salim, Abikusno
Cokrosuyoso, serta Abdul Wahid Hasyim. Soekarno ditunjuk menjadi ketua dan
Hatta sebagai wakilnya. Karena jumlah anggotanya sembilan orang, maka panitia
itu dinamai Panitia Sembilan. Walaupun BPUPK pun reses atau beristirahat
setelah menyelesaikan sidang pertamanya, panitia ini segera bekerja.
Sembilan tokoh nasional itu berasal dari berbagai kalangan berbeda, mulai
Hatta yang berasal dari wilayah barat Indonesia hingga Maramis yang mewakili
para tokoh dari kawasan timur Indonesia. Pada bulan Juni tersebut anggota
saling berdiskusi, hingga mencapai rumusan akhirnya pada tanggal 22 Juni
1945.
PKN SMP VII GANJIL 63

