Page 26 - 02_PKN_7_SMP_GANJIL_IKM
P. 26
Saat itu kekuatan Jepang mulai melemah. Apalagi setelah pasukan Sekutu
membom kota Hiroshima dengan bom atom pada tanggal 6 Agustus 1945.
Jepang mulai panik.
1. Pancasila dan Proklamasi Kemerdekaan
Tidak ingin terlihat lemah di mata bangsa Indonesia, Jepang memaksa
tiga tokoh nasional untuk berunding di Vietnam. Tanggal 8 Agustus 1945
Soekarno, Hatta, dan Radjiman diterbangkan ke kota Saigon, yang
sekarang bernama kota Ho Chi Minh, dengan singgah lebih dulu di
Singapura.
Saat para tokoh nasional tersebut dalam perjalanan, pasukan Amerika
sekali lagi membom atom Jepang, yakni ke kota Nagasaki pada 9 Agustus
1945. Soekarno, Hatta, dan Radjiman terus menuju Vietnam untuk
berunding dengan Jepang. Saat itulah Jenderal Jepang seolah menjanjikan
mendukung Indonesia merdeka.
Jenderal Jepang menyebut Indonesia boleh merdeka setelah tanggal
24 Agustus 1945. Jepang seolah-olah akan membantu Indonesia untuk
merdeka, sehingga Indonesia akan merasa berhutang budi dan terus
bergantung pada Jepang. Saat itu juga, disepakati membentuk Panitia
Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) sebagai pengganti BPUPK.
Seperti pada Panitia Sembilan, Soekarno menjadi ketua PPKI dan
Hatta ditunjuk sebagai wakilnya. PPKI pun mulai bersidang pada 16 Agustus
1945 di Jakarta untuk menyiapkan kemerdekaan Indonesia. Tetapi para tokoh
pemuda seperti Wikana dan Khairul Saleh mendesak agar Indonesia
secepatnya merdeka.
Maka tanggal 17 Agustus 1945, Soekarno-Hatta atas nama seluruh
rakyat Indonesia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Dengan
menyatakan merdeka, bangsa Indonesia mulai mendirikan negara yang
dibangun di atas pondasi atau dasar Pancasila yang sudah dirumuskan.
Meskipun demikian, rumusan Pancasila tersebut harus ditetapkan lebih
dulu agar resmi menjadi dasar negara.
68 PKN SMP VII GANJIL

