Page 20 - 02_PKN_7_SMP_GANJIL_IKM
P. 20

Jepang, sedangkan wakil Jepang mengibarkan bendera merah putih. BPUPK
                        pun mulai bersidang. Sidang pertama BPUPK ini berlangsung dari 29 Mei
                        sampai 1 Juni 1945. Pada pembukaan sidang tersebut, Radjiman sebagai

                        ketua  bertanya  pada  peserta  sidang,  “Apakah  dasar  negara  yang  akan
                        dipergunakan jika Indonesia merdeka?”

                            Banyak hal yang didiskusikan dalam sidang BPUPK tersebut yang juga

                        dihadiri  oleh  para  tokoh  agama  seperti  K.H.  Wahid  Hasyim  dari  Nahdlatul
                        Ulama serta Ki Bagus Hadikusumo dari Muhammadiyah. Para tokoh nasional
                        berpidato  di  kesempatan  tersebut.  Di  antaranya  adalah  Muhammad  Yamin

                        yang berpidato pada tanggal 29 Mei, dan Supomo dua hari sesudahnya.


                   2.   Hari Lahir Pancasila

                            Pada  hari  terakhir  sidang,  Soekarno  berpidato.  Saat  itu  Soekarno

                        berusia 44 tahun, dan sudah menjadi tokoh nasional yang terkenal setelah
                        berulang kali dipenjara dan diasingkan oleh Belanda sebagai penjajah.

                            Dalam pidatonya yang berapi-api, Soekarno mengusulkan lima untuk
                        menjadi dasar negara. Pertama, kebangsaan Indonesia. Kedua, internasio-

                        nalisme atau perikemanusiaan. Ketiga, mufakat atau demokrasi. Keempat,
                        kesejahteraan sosial. Kelima, Ketuhanan Yang Maha Esa.

                            Soekarno  juga  mengusulkan  nama  Pancasila  untuk  dasar  negara.

                        “Saya  namakan  ini  dengan  petunjuk  seorang  teman  kita  ahli  bahasa,
                        namanya ialah Pancasila. Sila artinya asas atau dasar, dan di atas kelima
                        dasar inilah kita mendirikan negara Indonesia yang kekal dan abadi,” tegas

                        Soekarno .

                            Menurut Soekarno, malam hari sebelum mengusulkan Pancasila itu ia
                        keluar rumah, melihat ke atas langit dan menatapi bintang-bintang yang ada
                        di angkasa. Ia menyatakan kesadarannya bahwa manusia sangatlah kecil.

                        Tidak memiliki kekuatan apapun selain atas pertolongan Tuhan Yang Maha
                        Esa.

                            Lalu Soekarno berdoa memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk
                        diberikan  ilham  dalam  merumuskan  dasar  negara.  Setelah  ia  selesai

                        memanjatkan doa, ia mendapatkan inspirasi bahwa dasar negara yang sedang
                        dirumuskan secara bersama harus digali dari bumi Indonesia sendiri, dari



                 62                        PKN SMP VII GANJIL
   15   16   17   18   19   20   21   22   23   24   25