Page 19 - 02_PKN_7_SMP_GANJIL_IKM
P. 19

Jepang saat  itu  tengah perang melawan pasukan Sekutu dalam Perang
                   Dunia  II.  Tentara  Sekutu  adalah  gabungan  tentara  Amerika  Serikat  dengan
                   Inggris, Belanda, dan beberapa negara lain. Tahun 1944 akhir, posisi tentara

                   Jepang  mulai  terdesak.  Jepang  lalu  berusaha  merangkul  bangsa  Indonesia
                   agar terus mendukung Jepang.


                       Jepang  membentuk  lembaga  yang  dinamai  Badan  Penyelidik  Usaha-usaha
                   Persiapan Kemerdekaan (BPUPK). Tugas lembaga ini adalah membuat rencana

                   atau  menyiapkan  segala  hal  yang  diperlukan  untuk  menjadikan  Indonesia
                   merdeka.  Beberapa  waktu  kemudian,  BPUPK  inilah  lembaga  yang  menjadi

                   tempat kelahiran Pancasila.




















                                    Gambar 4  Radjiman Wedyodiningrat dan Sidang BUPK

                   1.   Merancang Dasar Negara

                            Kesempatan  yang  ditunggu  pun  tiba.  Bangsa  Indonesia  mulai  melihat
                        peluang untuk membangun negara. Kalau membangun rumah harus dimulai

                        dengan  membangun  pondasinya.  Untuk  membangun  negara  juga  harus
                        dimulai  dengan  membangun  dasar  negara  lebih  dahulu  yang    dilakukan
                        melalui sidang-sidang BPUPK. BPUPK didirikan pada tanggal 29 April 1945,

                        dipimpin oleh Radjiman Wedyodiningrat, seorang dokter yang sempat sekolah
                        di  Belanda,  Inggris,  Perancis  dan  Amerika  Serikat.  Jumlah  anggotanya  69

                        orang terdiri  dari berbagai suku bangsa di Indonesia, wakil suku keturunan
                        asing, serta wakil Jepang.

                            Pada tanggal  28  Mei  1945,  BPUPK  diresmikan.  Kantornya  di  gedung
                        Chuo Sangi-in yang sekarang menjadi Gedung Pancasila di Kementerian Luar

                        Negeri, di Jakarta. Dalam peresmian itu bendera Indonesia merah putih dan
                        bendera  Jepang secara  bersama.  Wakil  Indonesia  mengibarkan  bendera


                                                                         PKN SMP VII GANJIL                      61
   14   15   16   17   18   19   20   21   22   23   24