Page 15 - 02_PKN_7_SMP_GANJIL_IKM
P. 15
1. Masa Sejarah Awal
Beberapa peninggalan purba menunjukkan bahwa nilai-nilai Panca- sila
sudah ada sejak dahulu. Di masa pra aksara sebelum abad ke-3 Masehi,
nilai ketuhanan saat itu antara lain terlihat pada sarana upacara
keagamaan, seperti nekara atau gong perunggu yang ditemu- kan di
banyak tempat, mulai dari Sumatra hingga Alor, Nusa Tenggara Timur.
Gambar 1 Nekara, sarana upacara keagamaan zaman dahulu
Nilai kemanusiaan dan persatuan juga berkembang yang terlihat pada
jejak-jejak peradaban lama. Jejak peradaban di zaman pra aksara itu,
antara lain adalah lukisan di dinding gua. Banyak tempat di Indonesia
terdapat lukisan gua, seperti di Wamena Papua, di Leang-leang Sulawesi
Selatan, hingga di pedalaman Kalimantan.
Jejak peradaban lama yang mencerminkan nilai kemanusiaan juga
terwujud dengan adanya patung-patung purba seperti di Lembah Bada,
Sulawesi Tengah maupun di Gunung Dempo Sumatra Selatan. Nilai
kemanusiaan berupa kreativitas dan kesadaran berpikir makin
berkembang setelah ada prasasti batu bertulis.
Di sekitar abad ke-5, berdiri kerajaan Tarumanegara di Jawa Barat,
kerajaan Kutai di Kalimantan Timur disusul kerajaan Kalinga di Jawa Tengah.
Prasasti batu bertulis dari zaman itu menunjukkan ketenteraman yang menjadi
penanda nilai persatuan, hingga kerakyatan dan keadilan sosial.
Masyarakat dalam keadaan damai dan makmur.
2. Masa Kerajaan Nusantara
Kemakmuran bangsa Indonesia makin meningkat di akhir abad ke-7.
Di Sumatra muncul kerajaan besar Sriwijaya, disusul oleh Wangsa
Sanjaya dan Syailendra di Jawa. Kerajaan kembar itu membangun Candi
PKN SMP VII GANJIL 57

