Page 44 - 02_BIN_SMA_10_GANJIL_IKM
P. 44
membutuhkan tempat. Wanita itu tidak seharusnya berdiri di tengah desakan
manusia. Wanita itu sedang hamil besar. Dia sedang hamil besar.
Bandingkan jika dua konjungsi urutan waktu pada cerita tersebut diubah seperti berikut.
Aku mulai jengah mendengar isakannya. Sebelumnya, kutolehkan kepala ke
belakang dan di sanalah ia masih menahan isak tangis. Laki-laki itu mencoba
menenangkan dengan menepuk-nepuk pundaknya. Pada saat aku tersentak, wanita
itu membutuhkan tempat. Wanita itu tidak seharusnya berdiri di tengah desakan
manusia. Wanita itu sedang hamil besar. Dia sedang hamil besar.
(Sumber: Puspitasari, Arum. 2016. “Kursi Bus” dalam Rahasia
Simfonia: Antologi Cerpen Bengkel Bahasa dan Sastra Indonesia
bagi Siswa SLTA Kabupaten Bantul. Yogyakarta: Balai Bahasa
Daerah Istimewa Yogyakarta)
Penggunaan konjungsi urutan waktu yang tidak tepat akan mengubah logika alur
cerita dan koherensi sebuah paragraf. Hal lain yang perlu diperhatikan dari penggunaan
konjungsi waktu adalah frekuensinya. Jangan terlalu banyak menggunakan konjungsi
urutan waktu pada satu paragraf. Penggunaan yang terlalu sering, apalagi kata yang sama,
akan membuat cerita yang ditulis menjadi “kekanak-kanakan”. Bandingkanlah dua
penggalan cerita berikut.
Jam lima pagi saya bangun. Sesudah itu saya ke kamar mandi, lalu saya mandi.
Sesudah itu saya berpakaian. Sesudah berpakaian lalu saya makan pagi.
Kemudian, saya menyiapkan buku-buku sekolah saya. Sesudah itu saya pamit
ayah dan ibu, lalu saya berangkat ke sekolah (Keraf 1994:79).
Hari masih pukul lima pagi. Udara masih terasa segar dan nyaman, keadaan sekitar
pun
masih sunyi-senyap. Tanpa menghiraukan kesunyian pagi itu, saya pergi menuju
kamar mandi. Siraman air yang sejuk dan dingin mengagetkan saya, tetapi hanya
sekejap. Segera mengeringkan tubuh dan berpakaian merupakan pilihan yang tepat
untuk mengusir rasa dingin itu. Sepiring sarapan semakin menghangatkan tubuh
saya. Buku-buku sekolah sudah menunggu untuk disiapkan sebelum saya
berpamitan kepada ayah dan ibu untuk berangkat ke sekolah (Keraf 1994:80 dengan
penyesuaian).
274 BAHASA INDONESIA SMA X GANJIL

