Page 45 - 02_BIN_SMA_10_GANJIL_IKM
P. 45

Majas
                  Majas atau gaya bahasa sangat erat kaitannya dengan cerita fiksi. Majas digunakan untuk
                  menambahkan  keindahan  cara  penyampaian  cerita.  Beberapa  majas  yang  sering  kali
                  digunakan, baik dalam hikayat maupun cerpen adalah sebagai berikut:


                  Antonomasia
                  Antonomasia adalah majas yang menyebut seseorang berdasarkan ciri atau sifatnya yang
                  menonjol.
                  Contoh:
                  1.  Hatta beberapa lamanya maka istri si Miskin itu pun hamillah tiga bulan lamanya.
                  2.  Tak tahu mengapa, saat itu aku mengucapkan terima kasih kepada perempuan tua itu.

                  Personifikasi
                  Personifikasi  adalah  majas  yang  menyatakan  benda  mati  maupun  benda  hidup  yang
                  bukan manusia (hewan/tumbuhan) sebagai sesuatu yang seolah-olah bersifat dan berlaku
                  layaknya manusia.
                  Contoh:
                  1.  Samar-samar nyanyian jangkrik terdengar di sampingku.

                  2.  Angin menyambar wajahku.


                  Simile
                  Majas simile adalah majas yang membandingkan suatu hal dengan hal lainnya secara
                  eksplisit menggunakan kata penghubung atau kata pembanding. Kata penghubung atau
                  kata pembanding yang biasa digunakan antara lain: seperti, laksana, bak, dan bagaikan.

                  Contoh:
                  1.  “Kamu tidur seperti kerbau,” canda ibu.

                  2.  Mereka selalu bertengkar bak kucing dan anjing.


                  Metafora
                  Metafora adalah majas yang menggunakan kata atau kelompok kata untuk mewakili hal
                  lain yang bukan sebenarnya, mulai dari bandingan benda fisik, sifat, ide, atau perbuatan
                  lain. Metafora tidak menggunakan kata penghubung atau kata pembanding seperti simile.
                  Contoh:
                  1.  Seperti biasa, setibaku di istana tuaku, perempuan tua menyambutku dengan hangat.
                  2.  Ia adalah tulang punggung keluarga.


                  Hiperbola

                  Hiperbola  adalah  gaya  bahasa  yang  mengandung  pernyataan  dengan  cara  melebih-
                  lebihkan sesuatu dari yang sebenarnya.
                  Contoh:


                                                              BAHASA INDONESIA SMA X GANJIL             275
   40   41   42   43   44   45   46   47   48   49   50