Page 47 - 01_PAI_SMA_10 GENAP
P. 47
3. Hakikat berharap kepada Allah Swt. (Raja’)
Secara etimologis, raja’ berarti mengharap sesuatu atau tidak putus asa, hal ini sesuai
dengan firman Allah Swt. dalam Q.S. al-‘Ankabut/29: 5 berikut ini.
Artinya: “Barangsiapa mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya
waktu (yang dijanjikan) Allah pasti datang. Dan Dia Yang Maha Mendengar, Maha
Mengetahui.” (Q.S. al-‘Ankabut/29: 5
Menurut istilah, raja’ berarti berharap untuk memperoleh rahmat dan karunia Allah
Swt. Sifat raja’ ini harus disertai optimis, perasaan gembira, sikap percaya dan yakin
akan kebaikan Allah Swt. Lebih dari itu sifat raja’ harus dibarengi dengan amal-amal
saleh untuk meraih kebahagiaan di akhirat. Seseorang yang berharap kepada Allah Swt.
tanpa diikuti dengan amal, maka ia hanya berangan-angan belaka.
Kebalikan dari sifat raja’ adalah putus asa dari rahmat Allah Swt. Seseorang yang
putus asa atas rahmat Allah Swt. dikategorikan sebagai orang sesat, sebagaimana
firman Allah Swt. dalam Q.S. al-Hijr/15: 55-56 berikut ini
Artinya: “(Mereka) menjawab, “Kami menyampaikan kabar gembira kepadamu
dengan benar, maka janganlah engkau termasuk orang yang berputus asa.” (55) Dia
(Ibrahim) berkata, “Tidak ada yang berputus asa dari rahmat Tuhannya, kecuali orang
yang sesat.” (56). (Q.S. al-Hijr/15: 55-56)
Salah satu penyebab munculnya sifat putus asa dari rahmat Allah Swt. adalah tidak
memahami bahwa rahmat Allah Swt. sangat luas bagi hambaNya. Perhatikan hadis
berikut ini!
Artinya: “Dari Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah Saw. bersabda: “Ketika Allah
menciptakan makhluk, Ia menulis pada suatu kitab, yang mana kitab itu berada disisi-
Nya di atas ‘Arsy, yaitu tulisan yang berbunyi: “Sesungguhnya rahmat-Ku itu
44 PENDIDIKANAGAMA ISLAM SMA X GENAP

