Page 44 - 01_PAI_SMA_10 GENAP
P. 44
Artinya: “Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada
Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menginfakkan sebagian dari
rezeki yang Kami berikan kepada mereka.”
Takut kepada Allah Swt. merupakan bukti seorang hamba mengenalNya. Rasa
takut tersebut akan semakin bertambah seiring bertambahnya pengetahuan hamba
terhadap Rabb-nya. Perhatikan hadis berikut ini!
Artinya: “Dari Anas r.a. berkata: “Rasulullah Saw. pernah berkhutbah yang luar
biasa di mana saya belum pernah mendengar khutbah seperti itu, yang mana beliau
bersabda:”Seandainya kamu sekalian mengetahui apa yang aku ketahui niscaya kamu
sekalian akan sedikit sekali tertawa dan pasti akan banyak menangis”. Kemudian para
sahabat Rasulullah Saw. menutup mukanya sambil terisak-isak (menangis).” (HR.
Bukhari dan Muslim)
Menurut Imam al-Ghazali, takut kepada Allah Swt. dapat berupa rasa takut tidak
diterimanya taubat, takut tidak mampu istikamah dalam beramal saleh, takut akan
mengikuti hawa nafsu, takut tertipu oleh gemerlap duniawi, takut terperosok dalam
jurang maksiat, takut atas siksa kubur, takut terjebak pada kesibukan yang melalaikan
dari Allah Swt., takut menjadi sombong karena memperoleh nikmat dari Allah Swt., takut
mendapatkan siksaan di dunia dan takut tidak mendapatkan nikmat surga. Adanya sifat
khauf ini akan menjadi benteng penahan agar manusia tetap rendah hati dan tidak
takabbur.
Rasa takut kepada Allah Swt. harus diikuti dengan ketaatan dan amal saleh. Dengan
amal saleh inilah seorang mukmin berharap mendapatkan balasan berupa surga.
Rasulullah Saw. melarang umatnya mencemooh sekecil apa pun amal kebaikan. Karena
ukuran diterima atau tidaknya amal kebaikan adalah keikhlasan dalam hati. Sedangkan
yang tahu isi hati seseorang hanyalah Allah Swt. Seorang mukmin harus berusaha
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SMA X GENAP 41

