Page 51 - 01_PAI_SMA_10 GENAP
P. 51

Artinya: “Demikianlah, Kami telah mengutus engkau (Muhammad) kepada suatu umat
                  yang sungguh sebelumnya telah berlalu beberapa umat, agar engkau bacakan kepada

                  mereka (Al-Qur’an) yang Kami wahyukan kepadamu, padahal mereka ingkar kepada Tuhan
                  Yang Maha Pengasih. Katakanlah, “Dia Tuhanku, tidak ada tuhan selain Dia; hanya kepada-
                  Nya aku bertawakal dan hanya kepada-Nya aku bertobat.” (Q.S. ar-Ra’d/13: 30)

                     Secara  bahasa,  tawakal  berarti  memasrahkan,  menanggungkan  sesuatu,
                  mewakilkan  atau  menyerahkan.  Secara  istilah,  tawakal  artinya  menyerahkan  segala
                  permasalahan kepada Allah Swt. setelah melakukan usaha sekuat tenaga. Seseorang

                  yang bertawakal adalah seseorang yang mewakilkan atau menyerahkan hasil usahanya
                  kepada Allah Swt. Sifat Ini merupakan bentuk kepasrahan kepada-Nya sebagai dzat
                  yang  Maha  kuasa  atas  segala  sesuatu.  Tidak  ada  rasa  sedih  dan  kecewa  atas

                  keputusan yang diberikan-Nya.
                     Sebagian orang keliru dalam memahami sikap tawakal. Mereka pasrah secara total

                  kepada Allah Swt., tanpa ada ikhtiar terlebih dahulu. Mereka berpikir tak perlu bekerja,
                  jika dikehendaki oleh Allah Swt. menjadi kaya maka pasti akan kaya. Mereka tak mau
                  belajar,  jika  Allah  Swt.  menghendaki  menjadi  pintar  maka  pasti  pintar,  demikian

                  seterusnya. Inilah sikap keliru yang harus ditinggalkan.
                     Dalam sebuah hadis, Rasulullah Saw. bersabda:










                     Artinya:  “Dari  Umar  r.a.  berkata:  “Saya  mendengar  Rasulullah  Saw.  bersabda:
                  ‘Seandainya  kamu  sekalian  benar-benar  tawakal  kepada  Allah  niscaya  Allah  akan
                  memberi  rejeki  kepadamu  sebagaimana  Ia  memberi  rejeki  kepada  burung,  di  mana

                  burung itu keluar pada waktu pagi dengan perut kosong (lapar)dan pada waktu sore ia
                  kembali dengan perut kenyang.” (HR. Turmudzi).

                     Tawakal bukan berarti menyerahkan nasib kepada Allah Swt. secara mutlak. Akan
                  tetapi harus didahului dengan ikhtiar yang sungguh-sungguh. Dikisahkan, ada sahabat
                  Nabi Saw. datang menemui beliau tanpa terlebih dahulu mengikat untanya. Saat ditanya,


                 48              PENDIDIKANAGAMA ISLAM SMA X GENAP
   46   47   48   49   50   51   52   53   54   55   56