Page 57 - 02_PKN_7_SMP_GANJIL_IKM
P. 57
Rumah di Dua Negara, Bendera Tetap
Merah Putih
Pak Mapangara orang Bugis. Tentu saja
keluarganya berasal dari Sulawesi. Tetapi
dia tinggal di Desa Aji Kuning, di Pulau
Sebatik. Sebuah pulau di kabupaten
Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Di
pulau itulah Pak Mapangara membangun
rumahnya.
Yang unik, rumah Pak Mapangara berdiri di dua negara yang berbeda.
Rumah utamanya, termasuk pintu masuknya ada di negara Indonesia.
Sedangkan dapurnya ada di negara Malaysia. Rumah itu ada di perbatasan
kedua negara, dan Pak Mapangara setiap hari bolak balik antarnegara. Mengapa
bisa begitu?
Pulau Sebatik memang dibelah menjadi dua bagian. Di sebelah selatan
masuk wilayah Indonesia, sedangkan di utara menjadi bagian Malaysia. Ada 17
patok beton yang menjadi penanda perbatasan tersebut. Warga setempat boleh
bolak balik antarkedua negara secara bebas. Ada militer dengan posnya untuk
mengawasi.
Tanah milik Pak Mapangara ada di Sebatik Indonesia karena memang ia
warga Indonesia. Tanahnya kecil saja. Tak cukup untuk dibangun rumah yang
utuh. Sedangkan di belakangnya ada tanah milik kerabatnya, warga Malaysia
keturunan Indonesia.
Ia minta izin untuk membangun dapur di tanah tersebut, dan menjadi
bagian dari rumahnya. Maka setiap hari masuk ke wilayah Malaysia di dapurnya
sendiri. Tapi ia tidak dapat keluar dari dapur untuk langsung ke Malaysia.
Kalau mau ke negara tetangga itu, Pak Mapangara tetap harus lewat pos
perbatasan. Pak Mapangara memilih tetap menjadi warga Indonesia, yang
bangga dengan bendera Merah Putih kita.
PKN SMP VII GANJIL 99

