Page 33 - 02_PKN_7_SMP_GANJIL_IKM
P. 33

Ketika Amira  Mengantungi  Sampah




                        Amira seorang anak  tunggal,  tidak  punya  kakak  maupun  adik. Ia tinggal
                   bersama ayah dan ibunya di Bogor, Jawa Barat. Hanya bertiga di rumah, maka

                   makanan  yang  perlu  disiapkan  sehari-hari  pun  sedikit.  Keperluan  lainnya
                   sedikit. Maka sampah di rumah juga sedikit.

                       Ayah  dan  ibunya  mengajari  Amira.  Walaupun  hanya  sedikit,  sampah  di
                   rumah tetap harus dikelola. Tidak boleh dibiarkan atau dibuang begitu saja. Di

                   rumah tentu ada tempat sampah. Namun tempat sampah itu hanya dipakai buat
                   tempah sampah kering. Seperti sampah berupa plastik, kertas, kaleng, kayu dan

                   sebagainya.

                       Lalu di mana sampah basah harus dibuang? Ayah Amira menggali lubang
                   di  halaman  rumah  mereka.  Sampah  basah  seperti  sisa  makanan  dan

                   dedaunan  dibuang  ke  sana.  Dibiarkan  untuk membusuk menjadi humus yang
                   bisa dipakai untuk pupuk tanaman. Dengan begitu rumah Amira selalu bersih.

                       Meskipun  begitu,  ibu  Amira  menemukan  hal  aneh  pada  anaknya.  Saat
                   mengambil rok seragam sekolah anaknya, Ibu Amira beberapa kali menemukan

                   sampah di saku rok itu. Kadang berupa kertas  atau  plastik  bekas  bungkus
                   jajanan. “Mengapa ada sampah di sini?” tanya ibunya.

                       “Amira tidak menemukan tempat sampah,” jawabnya. Maka sampah itupun
                   dikantungi, dibawanya pulang. Amira memang sudah diajari cara mengelola

                   sampah.  Rumusnya  adalah  TSP.  T  adalah  ‘Tahan’.  Jangan  pernah
                   membuang  sampah  sembarangan. S adalah ‘Simpan’ sampah di tempatnya.
                   P adalah ‘Pungut’ kalau menemukan sampah.


                       Ayah Amira mendapat ilmu TSP dari Aa Gym, seorang Ustadz di Bandung. Kalau
                   mau hidup sehat, menurut Aa Gym, setiap orang harus mempraktikkan TSP untuk
                   mengelola sampah. Harus T -- tahan untuk tak membuang sampah sembarangan, S -

                   - simpan sampah hanya di tempatnya, serta P --pungut sampah yang ditemukan. Amira
                   mempraktikkan TSP itu. Biasanya ia membawa kantung khusus di tas buat menyimpan

                   sementara sampah. Kalau lupa membawa kantung itu, ia akan memasukkan sampah
                   ke saku bajunya sendiri sampai ketemu tempat sampah yang benar.



                                                                         PKN SMP VII GANJIL                      75
   28   29   30   31   32   33   34   35   36   37   38