Page 45 - 01_PAI_7_SMP_GANJIL_IKM
P. 45
Dinasti ini telah menggapai berbagai kemajuan, perkembangan, dan perluasan daerah.
Pada masa Mu’a ̅ wiyah bin Abu ̅ Sufya ̅ n, pasukan pengepung Konstantinopel dapat
ditarik. Beliau mendirikan Departemen Pencatatan (Di ̅ wa ̅ n al-Khatam), mendirikan
pelayanan pos (Di ̅ wa ̅ n al-Bari ̅ d). Pemisahan urusan keuangan dari urusan
pemerintahan diatur secara teknis dengan pengangkatan seorang pejabat khusus, yaitu
ṣaḥib al-kharaj. Penambahan wilayah kekuasaan diperluas pada pada masa
pemerintahan Wa ̅ lid bin ‘Abd al-Ma ̅ lik , yaitu pada 86 – 96 H / 705 – 715 M.
Keadaan dalam negeri dalam kondisi aman semua permasalahan bisa teratasi pada
masa ‘Abd al-Ma ̅ lik bin Marwa ̅ n (65 – 86 H/ 685 – 705 M). Begitu kemajuan peradaban
dapat dicapai khususnya pada bidang politik di masa Wa ̅ lid bin ‘Abd al-Ma ̅ lik (86–96 H/
705 – 715 M).
Wa ̅ lid bin ‘Abd al-Ma ̅ lik berusaha memperluas wilayahnya sampai ke wilayah Afrika
Utara yaitu ke al-Aqsa ̅ ’ dan Spanyol (Andalusia). Kegigihan dan keberanian panglima
perang Mu ̅ sa ̅ bin Nuṣair dapat membuka peluang untuk melakukan langkah memperluas
wilayah dengan mengirim Tariq bin Ziyad untuk merebut Andalusia. Pada tahun 711 M,
Ṭa ̅ riq bin Ziya ̅ d berhasil menduduki sebuah selat antara Afrika dan Spanyol, yaitu Selat
Gibraltar, yang diambil dari kata Jabal Ṭariq.
Khalifah ketiga yang besar pada dinasti ini adalah ‘Umar bin ‘Abd al-‘Azi ̅ z (99-101 H/
717-719 M). Ia terkenal dengan ketakwaan dan keadilannya. Di Madinah, ia
44 PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SMP 7 GANJIL

