Page 16 - 02_BIN_SMA_10_GANJIL_IKM
P. 16

Kunang-Kunang yang Perlahan Menghilang


                     Penelitian  yang  diterbitkan  dalam  jurnal  Bioscience  menyatakan  kunang-kunang
                     menghadapi ancaman kepunahan. Ada beberapa faktor yang menyebabkan serangga
                     ini terancam punah.
                         Penyebab  pertama  kepunahan  kunang-kunang  adalah  hilangnya  habitat  hidup
                     kunang-kunang. Kunang-kunang menderita karena habitat yang menjadi tempat untuk
                     menyelesaikan siklus hidupnya telah menghilang. Misalnya, kunang-kunang Malaysia
                     (Pteroptyx  tener),  yang  terkenal  karena  panjangnya,  harus  kehilangan  habitatnya
                     untuk berkembang biak di kawasan bakau karena di konversi menjadi perkebunan
                     sawit dan pertanian budidaya.
                         Dalam  penelitian lain  juga disebutkan  bahwa  polusi  cahaya  menjadi  penyebab
                     kedua  terbesar  punahnya  kunang-kunang.  Penggunaan  cahaya  buatan  pada  malam
                     hari, yang semakin marak selama seabad terakhir, adalah ancaman paling serius kedua
                     bagi kunang-kunang. Banyak kunang-kunang mengandalkan bioluminescence, reaksi
                     kimia didalam tubuh mereka yang memungkinkan untuk menyala saat menemukan
                     dan menarik pasangan. Banyaknya cahaya buatan dapat mengganggu fase ini.
                         Penelitian  juga  mencatat,  tingkat  kecerahan  dibumi  mengalami  peningkatan
                     sebesar 23 persen. Selain itu, Avalon Owens, seorang kandidat PhD dalam biologi di
                     Universitas  Tufts,  menyampaikan  bahwa  polusi  cahaya  benar-benar  mengacaukan
                     ritual kawin kunang- kunang yang berdampak kepada regenerasi kunang-kunang.

                         Penggunaan insektisida juga berperan dalam penurunan populasi kunang-kunang.
                     Profesor biologi dari Universitas Sussex, Dave Goulson mengatakan hilangnya habitat
                     menjadi faktor paling utama yang mendorong kepunahan kunang-kunang, sedangkan
                     pestisida adalah faktor sekunder yang tidak bisa di kesampingkan.
                         Selain tiga faktor itu, pariwisata juga memicu kepunahan kunang-  kunang. Di
                     Jepang,  Taiwan,  dan  Malaysia  misalnya,  meningkatnya  angka  wisatawan  yang
                     mencapai  200  ribu  pengunjung  membuat  populasi  kunang-kunang  menurun.  Di
                     Thailand,  peneliti  juga  mengatakan  bahwa  lalu  lintas  perahu  motor  di  sepanjang
                     sungai  bakau  telah  menumbangkan  pohon  dan  mengikis  tepi  sungai  dan
                     menghancurkan habitat kunang-kunang. Sementara spesies yang tidak dapat terbang
                     di injak-injak oleh wisatawan di Carolina Utara dan Nanacampila di Meksiko.

                         Bandingkan informasi yang terdapat pada teks laporan hasil observasi “Kunang-
                     Kunang”  dengan  informasi  pada  teks  eksplanasi  “Kunang-Kunang  yang  Perlahan
                     Menghilang”. Gunakanlah pengatur grafis berikut untuk membandingkan informasi
                     pada kedua teks tersebut. Perhatikan contoh pengisian yang terdapat pada tabel.

                      Informasi pada teks LHO “Kunang-         Informasi pada teks ekspalanasi
                      Kunang                                   “Kunang-Kunang Perlahan
                                                               Menghilang”
                      Kunang-kunang hidup di tempat-           ...kunang-kunang Malaysia (Pteroptyx
                      tempat lembab, seperti rawa-rawa,        tener), yang terkenal karena
                      hutan bakau, dan daerah yang dipenuhi    panjangnya, harus kehilangan
                      pepohonan (Paragraf 2)                   habitatnya untuk berkembang biak di
                                                               kawasan bakau.... (Paragraf 2)



                  246          BAHASA INDONESIA SMA X GANJIL
   11   12   13   14   15   16   17   18   19   20   21